–Pemerintah Akselerasi Vaksinasi, Kasus Aktif Nasional Turun 65,3 Persen

KENDARIPOS.CO.ID — Vaksin Sinovac tahap ke-50 sudah tiba ke tanah air. Vaksin itu sebagai upaya nyata pemerintah menjaga ketersediaan stok vaksin. Vaksinasi merupakan langkah penting dalam mempercepat pemulihan kesehatan dan ekonomi nasional. Presiden Joko Widodo telah mengarahkan lembaga terkait untuk mendorong akselerasi (percepatan) vaksinasi, baik dalam hal distribusi maupun pelaksanaannya harus dilakukan dengan baik. Sebab, vaksinasi menjadi upaya nyata pemerintah dalam menjaga ketersediaan stok vaksin.

Airlangga Hartarto

“Penambahan 5 juta dosis vaksin produksi Sinovac yang datang, memastikan bahwa stok vaksin sudah aman,” kata Airlangga Hartarto, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), kemarin.

Airlangga Hartarto yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, mengatakan dampak positif percepatan vaksinasi dan penerapan PPKM terlihat dengan penurunan jumlah kasus aktif dan penurunan kasus tingkat sedang hingga berat. “Tingkat kesembuhan nasional mencapai 92,8 persen yang berarti lebih besar dari tingkat kesembuhan global sebesar 89,4 persen,” ungkapnya.

Jumlah kasus aktif nasional juga menurun 65,3 persen dibandingkan awal PPKM leveling di 9 Agustus lalu dan BOR nasional dalam seminggu ini juga terjadi penurunan 76 persen. “Pandemi belum berakhir. Meski terjadi tren penurunan, masyarakat harus tetap waspada. Semoga penanggulangan pandemi Covid-19 khususnya vaksinasi terus dikembangkan sehingga bangsa kita berhasil mengendalikan pandemi Covid-19 dan memulihkan perekonomian nasional,” jelas Menko Airlangga.

Terhitung sejak kedatangan vaksin pertama pada Desember 2020, secara keseluruhan Indonesia telah menerima sekitar 225,4 juta dosis vaksin dalam berbagai merk, dalam bentuk bulk maupun vaksin jadi. Vaksin jadi Sinovac yang telah diterima sampai saat ini yakni sebanyak 33 juta dosis, sementara dalam bentuk bulk sebanyak 153,9 juta dosis. Vaksin lainnya yang telah diterima yakni Astra Zeneca 19,5 juta dosis, Moderna 8 juta dosis, Pfizer 2,75 juta dosis, dan Sinopharm 8,25 juta dosis.

Hingga 5 September 2021 telah disuntikkan sebanyak 105,7 juta dosis vaksin kepada masyarakat. Sebanyak 66,78 juta orang atau 32,07 persen dari target vaksinasi telah menerima dosis pertama dan 38,22 juta orang atau 18,35 persen telah menerima dosis kedua. Selain itu, vaksinasi dosis ketiga sebagai booster kepada tenaga kesehatan juga telah dilakukan kepada 713.068 orang. Untuk vaksinasi anak usia 12-17 tahun, sebanyak 2,77 juta anak telah mendapat vaksinasi dosis pertama dan 1,9 juta anak telah menerima dosis kedua.

Setelah vaksinasi pada tenaga kesehatan dan petugas publik, saat ini pemerintah bekerja ekstra untuk vaksinasi penduduk usia lanjut usia dan masyarakat umum, khususnya usia di atas 12 tahun termasuk ibu hamil. Akselerasi vaksinasi ini diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri masyarakat untuk beraktivitas kembali dan menggerakkan roda perekonomian.

Pemerintah juga mengevaluasi atas pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro untuk wilayah Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali. Secara umum, telah terjadi perbaikan level, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, meskipun masih ada juga kenaikan di beberapa kabupaten/kota.

“PPKM Luar Jawa-Bali dilakukan peninjauan setiap 2 pekan, namun evaluasi tetap dilakukan setiap minggu bersama seluruh jajaran di pusat dan daerah. Seperti arahan Bapak Presiden bahwa pandemi ini masih belum selesai, dan virus ini tidak akan mungkin hilang secara total, yang bisa dilakukan hanyalah mengendalikan. Jadi, masyarakat dan pemda diminta untuk tetap waspada, meski angka kasus terus menurun,” ujar Menko Airlangga Hartarto.

Berdasarkan hasil evaluasi, pemerintah memutuskan melanjutkan PPKM di luar Jawa – Bali dari tanggal 7 s/d 20 September 2021, dengan cakupan pada Kabupaten/Kota di luar Jawa – Bali, yakni PPKM Level 4 akan diterapkan di 23 kabupaten/kota, yang sebelumnya 34, PPKM Level 3 diterapkan pada 243 kab/kota yang sebelumnya 303 kab/kota. Lalu, PPKM Level 2 diterapkan pada 118 kab/kota, bertambah dari sebelumnya hanya 48 kab/kota. Sedangkan PPKM Level 1, diterapkan pada 2 kab/kota, naik dari sebelumnya hanya 1 kab/kota). (ltg/fsr)