Kery Minta BPN Cek Praktik Jual Beli SKT di Routa


KENDARIPOS.CO.ID — Sengketa kepemilikan tanah antar pemerintah dan masyarakat kerap berujung konflik. Program redistribusi tanah menjadi jawaban pemerintah dalam memperbaiki kondisi sosial ekonomi rakyat dengan cara membagikan lahan secara adil dan merata kepada warga negara.

Kery Saiful Konggoasa

Program Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) yang menjadi wujud reformasi agraria tersebut telah dijalankan di Konawe dan mendapat dukungan penuh sang Bupati, Kery Saiful Konggoasa. Bekas kawasan hutan di otorita Bupati Kery di Kecamatan Abuki dan Tongauna diturunkan statusnya dan disertipikatkan. Sertipikat itu dibagikan kepada warga tanpa dipungut biaya sepeserpun. 1.000 bidang lahan yang tersebar di enam desa pada dua kecamatan tersebut telah mengantongi sertipikat lewat program redistribusi tanah.

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa mengatakan, redistribusi tanah merupakan salah satu program unggulan Presiden Joko Widodo. Yang mana, program itu digagas supaya masyarakat merasa nyaman atas kepemilikan tanahnya secara sah. Apalagi menurutnya, persoalan kepemilikan lahan sering menimbulkan kemelut yang memicu gesekan ditengah-tengah masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi program Presiden Jokowi ini. Terima kasih juga kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN). Ini gratis tanpa dipungut biaya dan semoga dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” ujar Kery Saiful Konggoasa, kemarin.

Politikus PAN Sultra tersebut juga meminta BPN Konawe mengecek dilapangan ihwal persoalan beberapa bidang lahan di Kecamatan Routa. Kery Saiful Konggoasa mengaku sempat mendapat kabar bahwasanya ada oknum yang memperjualbelikan surat kepemilikan tanah (SKT) seluas ribuan hektare di wilayah paling barat Konawe tersebut.

“Kita tahu sertipikat ini sering menjadi pemicu konflik. Makanya, saya minta BPN Konawe mengecek kebenaran informasi itu. Jangan sampai juga ada oknum BPN yang bermain di sana,” pinta mantan Ketua DPRD Konawe itu.

Sementara itu, Kepala BPN Konawe Muhammad Rahman menyebut, 1.000 bidang lahan di Kecamatan Abuki dan Tongauna yang masuk dalam program redistribusi tanah, terbagi di enam desa. Di Abuki, sertipikat itu diterima oleh warga di lima desa. Masing-masing, 106 sertipikat di desa Anggoro, 150 sertipikat di desa Asolu, 76 sertipikat di desa Epea, 141 sertipikat di desa Punggaluku, serta 118 sertipikat di desa Kasuwura Indah. Sementara di kecamatan Tongauna, 290 sertipikat dibagikan kepada warga desa Nambeaboru. “Namun baru 571 sertipikat disalurkan ke masyarakay. 429 sertipikat lainnya akan diserahkan dua bulan ke depan. Target November sudah kelar,” ungkap Muhammad Rahman. (adi/b)

429 Sertipikat Diserahkan Bulan November

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *