KENDARIPOS.CO.ID — 9 September 2021, Kendari Pos berusia 26 tahun. Media cetak pertama di Sultra ini, lahir 9 September 1995. Jalan berliku dan beragam dinamika tantangan turut menyertai perjalanan Kendari Pos hingga tetap berdiri kokoh saat ini. Polesan tangan dingin manajerial sang Chairman Alwi Hamu, Pembina duet Syamsu Nur dan Ridwan Arif serta Komisaris Utama H.M. Agussalim Alwi Hamu dan Irwan Zainuddin sebagai Direktur Utama membawa Kendari Pos hingga tetap kokoh di tengah era digital dan gempuran media online.

Cikal bakal Kendari Pos adalah Media Karya, koran harian nasional pertama di Sultra. Pertama kali terbit pada 6 Juni 1970. Berawal dari usaha keluarga yang didirikan P.P Bittikaka yang membentuk Yayasan Pers Nasional Surat Kabar Umum (SKU). Media Karya terbit 4 halaman, sekali dalam sepekan dan cetak di Makassar. Rumah P.P.Bittikaka berfungsi sebagai kantor Media Karya.

Setelah 16 tahun terbit mingguan, Media Karya berubah nama menjadi Media Kita dan menjalin kerja sama dengan Kanwil Departemen Parpostel Sulselra. Kerja sama itu melahirkan Perseroan Terbatas (PT), kantornya di Makassar, Sulsel.
Semua proses redaksional dan perusahaan berpusat di sana. Media Kita terbit 12 halaman full colour dan beredar di seluruh Indonesia. Kerja sama hanya 10 bulan, karena keuntungan tak sesuai ekspektasi. PP Bittikaka berusaha keras agar Media Kita bisa tetap terbit. Forum LP3S jadi pembuka jalan bagi kegalauan P.P. Bittikaka. Solusinya, Media Kita harus gabung Jawa Pos Grup.

Agustus 1994, P.P. Bittikaka bertemu Dirut Jawa Pos, Dahlan Iskan (DI). P.P. Bittikaka disarankan Dahlan Iskan untuk menemui H.M Alwi Hamu sebagai Ketua Bawas dan Pengembangan Anak Perusahaan Jawa Pos Media Group. Singkatnya, Media Kita bergabung ke Jawa Pos dan berubah nama menjadi Kendari Pos, pada 9 September 1995.

Dalam perjalanannya, Kendari Pos menjadi anak perusahaan Fajar Grup. Adalah H.M.Alwi Hamu sebagai chairman. Dan pada tahun 2021 ini, H.Syamsu Nur dan H.Ridwan Arif ditandemkan sebagai pembina. Komisaris Utama dipercayakan kepada H.M.Agussalim Alwi. Sedangkan Hj.Deniary R.Alwi Hamu didapuk sebagai Wakil Komisaris Utama. Adapun Jerry R.Bittikaka dan Benyamin Bittikaka sebagai komisaris.

Kini, Kendari Pos berusia 26 tahun. Makin gemilang dalam nakhoda Direktur Utama (Dirut) Irwan Zainuddin dan Direktur La Ode Diada Nebansi. Beragam penghargaan diraih Kendari Pos dari serikat perusahaan pers (SPS). 10 predikat The Best of Sulawesi Newspaper dikoleksi. 8 penghargaan kategori
Indonesia Print Media Award (IPMA) dan 2 penghargaan kategori Indonesia Young Readers Awards (IYRA). Kompetisi itu diikuti ratusan media cetak se Indonesia.

Dirut Kendari Pos, Irwan Zainuddin mengatakan Kendari Pos ingin terus eksis dan hidup hingga seribu tahun. Dia berkeyakinan, hanya dengan karya dan inovasi akan menopang eksistensi Kendari Pos di masa mendatang. Di tangan Irwan Zainuddin, Kendari Pos melahirkan inovasi bernama konvergensi media. Lima platform media massa menopang Kendari Pos sebagai core bisnis. Kelima platform itu adalah kendaripos.co.id, kendarinews.com, e-paper, update news dan kanal youtube Kendaripos Channel.

Kata Irwan Zainuddin, media cetak tak akan mati. Meski banyak asumsi orang bahwa media cetak akan tergerus media online, namun sebenarnya itu anggapan keliru. “Media massa tidak akan mati karena pesaing. Tapi akan mati oleh internal media itu sendiri. Media cetak tidak akan “mati” oleh media online. Tapi media online akan “dibunuh” oleh sesama media online atau media sosial. Media cetak tak akan terpengaruh dengan itu,” ujarnya, Kamis (9/9) kemarin.

Bagi Irwan Zainuddin, semangat kebersamaan, kekompakan dan selalu berinovasi menjadi modal utama menjaga eksistensi Kendari Pos. “Hal fundamental juga adalah menjaga kepercayaan publik dan beradaptasi dengan perubahan,” ungkapnya. (din)

Menjaga Kepercayaan Publik dan Adaptasi Perubahan