Kebut Pengembangan Infrastruktur Transportasi – Kendari Pos
Sulawesi Tenggara

Kebut Pengembangan Infrastruktur Transportasi

Bandara Udara Matohara Wakatobi


–Pelabuhan dan Bandara di Empat Daerah

KENDARIPOS.CO.ID —Pembangunan dan pengembangan infrastruktur transportasi Sultra terus dikebut duet Gubernur Sultra Ali Mazi dan Wakil Gubernur Lukman Abunawas (Aman), terus ditingkatkan. Empat pembangunan dan pengembangan infrastruktur transportasi yang saat ini menjadi proyek vital. Yakni, pengembangan pelabuhan Nambo di Buton, pembangunan bandara di Kolaka Utara, pengembangan Bandara Betoambari di Baubau, dan Bandara Matahora di Wakatobi.

Gubernur Ali Mazi mengatakan, progres pengembangan pelabuhan Nambo, memasuki tahap studi lingkungan. Saat ini sedang disusun oleh Pemprov Sultra. Studi yang telah dilakukan Pemda Buton masih diperlukan rekomendasi teknis dari Direktur Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Denah dan Lokasi pembangunan Bandara di Kolaka Utara

“Pengembangan pelabuhan Nambo untuk memberikan kemudahan pengiriman aspal Buton bagi pengusaha. Agar tidak lagi membangun terminal khusus masing-masing yang dampaknya berpotensi merusak kawasan dan biota laut,” kata Ali Mazi kepada Kendari Pos, kemarin.

Kebutuhan pengembangan pelabuhan Nambo, kata dia, yaitu pembangunan container yard berukuran 500 x 150 meter, dan pembangunan Dermaga quaw wall sepanjang 250 x 15 meter. “Termasuk pembangunan akses jalan menuju pelabuhan Nambo sepanjang 1,9 kilometer,” ujar politisi NasDem.

Sementara pembangunan bandara baru di Kolut, Pemkab Kolut menyiapkan lahan. Termasuk talud untuk reklamasi yang membutuhkan anggaran sekira Rp41 miliar. “Proses hibah dapat dilakukan apabila pekerjaan penyiapan, pematangan lahan termasuk talud untuk reklamasi oleh Pemda, telah selesai dilaksanakan dan dinyatakan tidak terdapat permasalahan hukum atau teknis dalam pelaksanaannya,” beber Ali Mazi

Bandara Kolut diproyeksikan dapat melayani penerbangan penumpang dengan traffic hingga 100.000 penumpang per tahunnya. Menggunakan pesawat ATR 72 dengan rute hingga ke Makassar. Dan terkait penetapan penempatan bandara Kolut sesuai keputusan Menteri Perhubungan nomor : 58 tahun 2021. “Untuk kebutuhan lahan sisi udara yakni sekira 49,38 hektare. Sedangkan kebutuhan dari sisi darat yaitu 10,93 hektare. Sehingga total luas lahan yang dibutuhkan sejumlah 60,31 hektare,” jelas Ali Mazi.

Adapun pengembangan Bandara Betoambari menyasar perpanjangan runway (landasan pacu) dari 1.800 meter x 30 meter, menjadi 2.500 meter x 45 meter. Kendala saat ini pembebasan lahan dan realokasi pemukiman penduduk. “Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Betoambari Baubau telah memiliki sertifikasi (hak guna) yang dipermasalahkan masyarakat. Saat ini permasalahan lahan tanah dalam proses penyelesaian hukum,” urainya.

Landasan pacu Bandara Matahora di Wakatobi juga ditambah, dari 2.000 meter x 45 meter menjadi 2.500 x 45 meter. Bandara itu berperan penting sebagai pendukung pariwisata Wakatobi. Lahan yang ada pada UPBU Matahora – Wakatobi seluas 108 Hektare. Namun dokumen sertipikat hanya 84 hektare. Sisanya masih dalam proses pembuatan sertifikat oleh BPN sekira 24 hektare, kebutuhan sesuai MP seluas 137,11 hektare. “Dokumen master plan dalam proses penetapan peraturan menteri. Dan dokumen amdal sementara menunggu terbitnya surat kelayakan lingkungan,” tandas Gubernur Ali Mazi. (ali/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy