Kabinda Sultra Dukung Vaksinasi di Buteng

Kabinda Sultra Brigjen TNI Raden Toto Oktaviana (dua dari kiri) saat berdiskusi dengan Sekab Buteng H Kontantinus Bukide (tengah) bersama jajarannya di ruang Sekab Buteng Kemarin.

KENDARIPOS.CO.ID– Kepala Badan Intelijen Negara Daerah ( Kabinda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen TNI Raden Toto Oktaviana bertandang di Kabupaten Buton Tengah (Buteng). Kedtangan Raden Toto guna membangun sinergisitas dengan pemerintah daerah. Ia disambut oleh Sekretaris Kabupaten Buteng, H Kostantinus Bukide beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ruang kerja Sekab Buteng, Rabu (22/9).

Raden Toto Oktaviana mengatakan, kunjungannya bertujuan memberikan dorongan terhadap penyelenggaraan vaksinasi. Sehingga pelaksanaannya bisa sesuai apa yang menjadi arahan pemerintah.

Kabinda meminta Pemkab Buteng untuk menjaga hubungan baik terhadap semua lembaga. Di antaranya, TNI/Polri, Kejaksaan maupun binda sendiri. Agar konektivitas antar lembaga bisa terus terjaga sampai kapanpun. Apalagi ini demi terciptanya suatu daerah yang aman, tentram dan damai

“Untuk di daerah Buteng sendiri, ada Kesbangpol. Jadi banyak lembaga yang harus dijaga hubungannya. Jadi manfaatkan Forkopimda yang ada di daerah. Apalagi ini demi menjaga keutuhan daerah dari ancaman teroris, maupun isu-isu yang dapat memecah bela hubungan dilingkungan masyarakat,” ulasnya.

Raden juga mengapresiasi kemjauan daerah Buteng. Menurutnya, berbagai infrastruktur dasar yang menjadi akses utama, kini telah merata. Di tambah lagi, potensi alamnya yang kini telah dikembangkan, mulai dari sektor kelautan maupun pariwisata.

“Meski sebagai DOB, tetapi kemajuannya kini mulai terlihat. Mulai dari jalannya, maupun potensi alamnya. Semoga Buteng bisa maju seperti daerah lain yang ada di Sultra,” paparnya.

Sementara itu, Sekab Buteng H Kostantinus Bukide mengatakan pelaksanaan vaksinasi sukses dilakukan. Baik itu di lingkup OPD maupun masyarakat. Adapun bagi yang tidak melaksanakan vaksinasi, apabila itu ASN, maka kenaikan pangkat dan golonganya akan ditunda.

“Begitu pula yang kita terapkan di masyarakat. Jika dia penerima bansos maka untuk mendapatkan bantuan harus menyertakan kartu vaksinasi. Apalagi ini sesuai arahan dari pemerintah langsung. Jadi kita di daerah terus berupaya menyukseskan program vaksinasi,” ulasnya. (rud/b).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *