Sitti Rahmatullah Rahim,

KENDARIPOS.CO.ID– Temuan adanya dugaan sejumlah guru yang tidak aktif melaksanakan tugas, telah ditangani pohak Dinas Pendudukan dan Kebudayaan (Dikbud) Wakatobi. Namun, proses belajar mengajar baik via daring maupun tatap muka pada masa pandemi Covid-19 ini, harus terus berjalan. Guru diharapkan lebih aktif dalam melaksanakan kewajibannya sebagai tenaga pendidik.

Kasubag Umum dan Kepegawaian pada Dikbud Wakatobi, Sitti Rahmatullah Rahim, mengatakan, guru, utamanya yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus tetap aktif. Apalagi di masa pandemi saat ini, proses belajar mengajar tidak bisa dilakukan secara normal.

“Untuk kasus guru tidak aktif dengan alasan tidak realistis, kita berharap tak terulang lagi. Guru diharapkan memberi teladan pada peserta didik, utamanya menyangkut kedisiplinan. Hak dan kewajiban harus seimbang. Jangan hanya menerima hak, kewajiban tidak ditunaikan,” sindir Sitti, Selasa (7/9). Meski ada beberapa guru tak aktif mengajar namun masih menerima gaji, bukan berarti bisa dicontoh. Alasan seperti sibuk berdagang hingga melupakan kewajibannya sebagai guru tentu akan ditindaklanjuti.

“Tidak menjalankan tugas tanpa alasan yang sah, ini menjadi salah satu dasar kita menindaklanjuti. Apalagi sudah bertahun-tahun, ini tidak dibenarkan. Meskipun gaji masuk terus, tapi bukan berarti tak ada sanksi,” tegas Sitti. Seperti diketahu, selain ada yang beralasan cuti bersalin, sakit hingga mengalami gangguan jiwa, satu diantara oknum guru tak aktif mengajar karena sibuk berdagang. Pihak Dikbud Wakatobi memastikan semua guru yang malas mengajar tersebut sudah diidentifikasi. (c/thy)