Jalan Rusak Ambaipua-Angata Hanya Penanganan Darurat

KENDARIPOS.CO.ID — Tuntutan masyarakat Konawe Selatan yang mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk membenahi jalan rusak di poros Ambaipua-Angata, mendapat respon. Para demonstran yang tergabung dalam Forum Pemerhati Infrastruktur (FPI) Sultra mengaku tuntutan mereka segera disahuti. Meskipun hanya sebatas penanganan darurat dan penimbunan sementara. “Pada saat aksi 9 September lalu, kami diterima Sekprov, Ibu Nur Endang Abbas dan akhirnya disepakati, Pemprov akan menurunkan alat untuk perbaikan sementara. Kami lihat kemarin sudah ada alat yang turun dan mulai kerja di bagian Landono,” kata Asgar Obhy, perwakilan warga Konsel, Senin (13/9).

Proses perbaikan sementara jalan rusak di Kecamatan Landono sebagai bentuk penanganan darurat. Pengaspalan pada poros Ambaipua hingga Angata itu baru dijanjikan dianggarkan pada tahun depan.

Selanjutnya, kata Korlap FPI-Sultra itu, Pemprov juga telah menjamin akan melakukan pengaspalan nanti pada tahun 2022, sebab anggaran pada tahun ini tidak memadai. “Kami dijanji tahun depan akan dianggarkan pengaspalan jalan mulai dari Ambaipua-Landono-Mowila dan Angata. Meski sudah ada penanganan sementara, kami minta Pemprov segera menyiapkan anggaran untuk pengaspalan jalan tersebut. Kami juga akan mendesak DPRD Provinsi. Kami masih trauma dengan janji manis beberapa anggota dewan yang pernah turun itu, namun tak ada realisasi. Kami tegaskan agar pada pembahasan anggaran nanti, jalan Ambaipua-Angata diprioritaskan,” kata Asgar, mengingatkan. (c/kam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *