KENDARIPOS.CO.ID — La Ode Suayib, S.Pd, M.Pd awalnya tak tertarik menjadi guru. Namun kesempatan mengajar yang ia dapat dari dosennya ketika kuliah, membuat hatinya terpaut pada profesi pahlawan pendidikan ini.

Sebelum memimpin SMAS Kartika, ia melalui fase kebimbangan untuk menentukan jalan pengabdian. Tapi, takdir La Ode Suayib menjadi guru seolah warisan dari sang ibu, Wa Ode Nasima yang berprofesi guru dan ayahnya, La Ode Samilu seorang abdi negara. Lelaki kelahiran Bangkali 3 Maret 1977, mengaku sempat berpikir untuk tak menjadi seorang guru, sebab banyak tantangan yang dia alami.

La Ode Suayib, S.Pd, M.Pd

Namun setelah melewati berbagai tantangan, dan diberikan kesempatan oleh dosen semasa kuliah plus dukungan dari orang tua, akhirannya menjadi guru adalah pilihan utamanya. “Ketertarikan saya menjadi seorang guru, ketika semasa kuliah di semester tiga, di kala itu saya ditawarkan menjadi asisten laboratorium, yang pekerjaannya melakukan bimbingan dan arahan kepada mahasiswa, dan itu sama saja dengan mengajar. Lambat laun berjalan, mulailah timbul ketertarikan untuk menjadi seorang guru. Mungkin tanpa adanya kesempatan tersebut, saya tidak akan menjadi seperti sekarang,” ungkapnya.

Keyakinan diri menjadi guru semakin kuat, ketika kesempatan mengajar pun kembali datang, yaitu sewaktu semester lima. Kala itu, selama enam bulan di tahun 2000, ia menjadi guru pengganti di SMPN 4 Kendari. “Saat itu saya digaji menggunakan anggaran APBN, dan saat itu ibu saya berkata: enakan jadi guru, bisa menghasilkan,” katanya.

Pernyataan sang ibu itu memotivasi dirinya untuk menjadi seorang guru. Setelah kesempatan tersebut, dirinya kembali fokus untuk menuntasakan masa studinya. Pasca menyandang gelar sarjana keguruan, ia bertekad mengejar cita-cita menjadi seorang guru. “Setelah kuliah, saya langsung mengabdi di SMA Satria Kendari di tahun 2002, seiring berjalannya waktu, ada penerimaan tes Guru Bantu (GB), ikut tes dan Alhamdulillah lulus dan penempatan di SMAS Kartika pada tahun 2003 sampai sekarang, terangkat sebagai Kepala Sekolah,” paparnya.

Ia mengatakan, sebelum didapuk sebagai kepala sekolah di tahun 2014, dirinya sempat dipercaya menjadi Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) bidang kesiswaan di SMAS Kartika, selama kurang lebih dua tahun. “Pastinya bisa berada di posisi sekarang tidaklah mudah, banyak proses yang dilewati, begitu banyak rintangan yang dilalui. Intinya adalah teruslah bekerja dengan tekun dan ikhlas. Insya Allah semuanya akan berjalan lancar,” bebernya.

Magister Pendidikan IPA Konsentrasi Fisika tahun 2020 itu, mengajak kaum muda untuk terus belajar dan belajar, mencoba semua hal-hal baru, dan berani mengambil risiko. “Artinya bahwa, setiap kesempatan dan peluang, itu harus betul-betul kita manfaatkan, lakukan yang terbaik. Karena bisa jadi, kesempatan yang datang pada kita, namun bukan menjadi perioritas, itulah yang menjadi sumber keberkahan dan rejeki bagi kita,” Tekad Cetak tandasnya. (Ilw/b)

Tekad Cetak Generasi Berkualitas

La Ode Suayib, memilki tekad besar, untuk bisa memberikan sumbangsih dan peran, penting dalam menentukan sejarah bangsa ini. Dirinya mengaku, memilki target untuk bisa melahirkan generasi-generasi yang berkualitas, cerdas dan berkompeten. “Sebagai seorang guru, pastinya keinginan besar adalah mampu mendidik siswa-sisiwinya, menjadi sosok yang pintar, berprestasi, dan unggul. Dan tentunya itu merupakan sebuah pekerjaan yang tidak mudah, tapi saya selalu menyakini bahwa dengan usaha dan kerja keras, kita mampu mewujudkan apa yang kita inginkan,” ungkapnya.

Melahirkan generasi yang cerdas, pastinya harus diiringi dengan kinerja yang optimal, dan itu yang selalu ia terapkan. Ia berupaya memberikan pelayanan pendidikan yang baik bagi siswa, sehingga bisa memberikan dampak positif. “Pengembangan kompetensi diri, selalu saya lakukan, karena sistem pendidikan dari tahun ke tahun itu berbeda, sehingga peningkatan skill dan kemampuan harus dilakukan. Terus belajar dan belajar. Sebagai guru, kita harus mampu mengupgrade diri dengan berbagai ilmu. Sehingga dengan wawasan kita yang luas, itu akan berdampak pada pola pengajaran kita kepada siswa,” jelasnya.

Kepala SMAS Kartika La Ode Suayib bersama teman sejawatnya

Katanya, guru merupakan sebuah pelopor penentu masa depan. “Saya selalu berprinsip bahwa, guru merupakan kunci sukses dan penentu bagi kemajuan bangsa. Sehingga kerja keras dan melakukan yang terbaik harus dilakukan, menciptakan generasi penerus yang berkualitas menjadi sebuah keharusan,” ucapnya.

Kepala SMAS Kartika Kendari, La Ode Suayib mendampingi
siswanya menerima penghargaan usai menjadi juara lomba.

Bagi dia, apa yang diraih sekarang adalah mimpi yang kemarin. Hari ini kita harus bisa bermimpi lebih kedepan, jangan berpuas diri dengan apa yang didapatkan. “Terget besar saya adalah, mampu memberikan dedikasi yang baik kepada siswa, sehingga mereka menjadi pribadi yang kuat, cerdas, dan berkualitas, yang mampu menjadi sosok penting dalam membangun bangsa ini mejadi lebih baik kedepan,” tandasnya. (Ilw/b)