KENDARIPOS.CO.ID — Takdir memang misteri. Jalan yang dihadapi setiap orang berbeda-beda. Askrening S.KM, M.Kes misalnya. Ia berhasil melewati berbagai rintangan dengan bekerja keras, disiplin, bertanggung jawab, dan menjaga integritas hingga menjadi Direktur Poltekkes Kemenkes Kendari.

Askrening mulanya seorang bidan desa. Salah satu profesi mulia itu, ia sudah dambakan sejak masih kecil. Ia jatuh hati kepada profesi itu sejak masa kecil, saat ia melihat petugas medis di rumah sakit yang berseragam putih. Hatinya tersentuh dan ingin menjadi paramedis itu. “Apakah saya bisa seperti mereka, bisa merawat orang sakit, dan mampu menyelamatkan mereka,” Kata Askrening, mengulang kisah saat masih kecil.

Askrening, SKM., M.Kes. DIREKTUR POLITEKNIK KESEHATAN (POLTEKKES) KENDARI

Mimpi Askrening saat masih kecil, ia kejar dengan segala upaya dan daya. Untuk mewujudkan cita-citanya, ia menempuh pendidikan kesehatan di Sekolah Perawat Kesehatan (SPK). Pendidikan kebidanan selama setahun. Usai menyelesaikan pendidikan, kesempatan menjadi bidan terbuka dengan adanya program dari Menteri Kesehatan yaitu Bidan Desa, yang akan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Hal tersebut pun, tidak disia-siakan oleh ibu dua anak tersebut. “Peluang tersebut saya manfaatkan dengan baik, karena itu merupakan sebuah tantangan dan pengalaman besar, yang saat itu bukan merupakan lulusan sarjana. Program ini, adalah sebuah amanah atau pekerjaan besar. Seseorang yang bercitacita atau bermimpi menjadi seorang bidan, pastinya program itu merupakan sebuah peluang emas,” jelas wanita kelahiran 51 tahun silam.

Direktur Poltekkes Kendari Askrening, M. Kes saat memberikan
memotivasi anak usia dini saat program pembinaan desa wilayah pesisir

Selama empat tahun ia menjadi bidan desa; tahun 1990 sampai 1994. Ia tidak puas dengan apa yang ia dapatkan. Wanita berhijab itu, kembali melanjutkan pendidikannya Diploma- III Keperawatan dan lulus tahun 1998. Setelah wisuda, ia diberi amanah untuk menjadi tenaga pengajar di Akademi Kebinanan (Akbid) Depkes Kendari. Tahun 2000, ia memilih melanjutkan pendidikan sarjana di Universitas Hasanuddin (Unhas) dan lulus di tahun 2002.

Tahun 2001, tiga akademi di merger menjadi Poltekkes Kendari. Masing-masing Akbid, Akademi Keperawatan dan Akademi Gizi. Sebelum menjadi Direktur Poltekkes Kendari, Askrening melalui jalan terjal. Namun ketangguhan Askrening sehingga jalan lika-liku, ia anggap hanya tantangan biasa. “Pastinya sebelum menjadi pimpinan seperti sekarang, saya dulu sempat menjadi koordinator bag kemahasiswaan di jurusan kebidanan pada tahun 2003 sampai 2005, sembari melanjutkan pendidikan S2 KIA_KR UGM dan lulus tahun 2008. Pada tahun yang sama, saya diangkat menjadi Sekjur Kebidpoltekkes Kemenkes Kendari,” bebernya.

Pada tahun 2009, ia didapuk menjadi Ketua Jurusan Kebidanan, di tahun 2013-2017 menjadi Wakil Direktur III Poltekkes Kemenkes Kendari. Tahun 2017, ia menjadi Direktur Poltekkes Kemenkes Kendari sampai sekarang. Keberhasil yang diraih Askrening tak lepas dari peran dukungan kedua orang tua dan keluarganya. Termasuk mahasiswanya yang memberi doa dan dukungan. Ia selalu mengingat pesan orang agar saat melakukan pekerjaan harus disiplin , tanggung jawab, jujur serta memiliki integritas yang tinggi. “Dan pesan dari ayah saya, jangan pernah mengambil yang bukan hak kamu. Kata- kata tersebut, yang selalu saya pegang dan selalu saya amalkan, karena saya yakin dengan bekerja secara jujur adil, insyaa Allah, kita akan diberikan kemudahan dan kedudukan yang layak,” jelasnya.

Pada prinsipnya, kerja keras, disiplin, jujur, tekun, dan pantang menyerah harus ditanamkan di dalam untuk mewujudkan cita-citat. Selain itu, ia selalu meminta restu kedua orang tua. Karena orang tua merestui, Allah meridhoi. “Ingat mencapai sesuatu yang besar, harus pula diiringi dengan usaha yang keras. Dan saya yakin semua orang bisa mencapai mimpinya, jika dia mau belajar dan bekerja keras,” tandasnya. (Ilw/b)

Edukasi Mahasiswa Agar Disiplin dan Bertanggung Jawab

Melahirkan generasi yang cerdas, berkualitas dan berkompeten, sudah menjadi tugas dari para dosen, dan itu menjadi sebuah misi yang terus diemban oleh Askrening, SKM.,M.Kes, bertekad mencetak alumni Poltekkes Kendari sebagai generasi unggul. “Menjadi sosok pengajar, pastinya sudah menjadi tugas untuk bisa mencerdaskan anakanak bangsa. Dan tentunya itu menjadi sebuah motivasi besar saya, selama mengajar kurang lebih selama 20 tahun,” ungkapnya.

Pendidikan yang tegas dan disiplin, kata dia, menjadi senjata yang selalu digunakan untuk membimbing mahasiswa. Untuk membentuk karakter yang mandiri dan cerdas, pengajar haruslah memiliki jiwa tegas dan disiplin. “Saya selalu mengajarkan kepada mahasiswa mengenai kedisiplinan dan tanggung jawab, karena kita sebagai tenaga kesehatan, harus bisa disiplin waktu. Karena yang kami hadapi adalah nyawa manusia, sehingga kedisiplinan merupakan poin penting, dan juga memiliki tanggung jawab yang besar, dalam setiap menjalankan sebuah pekerjaan,” katanya.

Hal itu, ia selalu sampaikan kepada mahasiswa. Karena ketika sudah memiliki hal tersebut, ia optimis setiap hal dikerjakan, hasilnya akan baik.

Selain itu, ia memberikan pembelajaran yang berkompeten dan berkualitas kepada mahasiswa. Karena ilmu merupakan sebuah kunci, menuju sebuah kesuksesan. Tidak ada orang sukses tanpa memiliki ilmu. “Pastinya berbagai ilmu pengetahuan, saya akan berikan kepada mahasiswa. Artinya bahwa, saya ingin para generasi penerus ini memiliki kemampuan dan kualitas yang lebih baik, karena mereka adalah generasi penerus bangsa. Sudah selayaknya kami sebagai tenaga pengajar,” pungkasnya. (Ilw/ad)