Syahrir

KENDARIPOS.CO.ID– Kabupaten Muna berhasil meraih peringkat sebagai daerah inovatif dalam indeks inovasi daerah berdasarkan hasil penilaian Kementerian Dalam Negeri. Muna berada di peringkat 200 secara nasional dan urutan ketiga di lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Muna, Syahrir menjelaskan, indeks inovasi daerah merupakan penilaian langsung dari Kemendagri terhadap daerah baik provinsi, kabupaten maupun kota di Indonesia. Setiap daerah, sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 38 tahun 2017 tentang Inovasi Daerah menyebutkan bahwa kepala daerah melaporkan inovasi daerah yang akan dilaksanakan kepada Menteri Dalam Negeri.

Ada empat kategori dalam penilaian indeks inovasi daerah yakni sangat inovatif, inovatif, kurang inovatif dan belum dapat dinilai. Capaian peringkat Muna saat ini sudah masuk ke dalam kategori daerah inovatif dari sebelumnya kurang inovatif.

“Secara nasional kita di peringkat 200 dari sebelumnya hanya mampu di posisi 324. Capaian ini termasuk yang terbaik ketiga di Sultra setelah Kendari dan Bombana,” jelasnya.

Ia menambahkan, Muna melaporkan inovasi hand sanitizier lokal berbahan air nira (arak), Mai Te Wuna atau wujudkan akuntabilitas hasil inovasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan, inovasi kalender perencanaan dari Badan Perencana Pembangunan Daerah dan inovasi pencegahan Covid-19 di sektor wisata dari Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah. “Inovasi tersebut sudah diterapkan di Muna untuk menunjang pelayanan pemerinatahan dan kemasyarakatan,” paparnya.

Dia melanjutkan, indeks inovasi daerah merupakan ukuran bagi pemerintah daerah dalam tata kelola pemerintahan maupun pelayanan publik. Daerah dengan inovasi yang tinggi berpeluang mendapat apresiasi berupa dana insentif daerah. Makanya, ia berharap, organisasi perangkat daerah di Pemkab Muna semakin banyak melaporkan inovasinya kepada Kemendagri agar peringkat Muna dalam indeks inovasi daerah semakin baik. Bahkan terpenting, inovasi yang terus dilakukan dapat meningkatkan kualitas pemerintahan dan pelayanan publik itu sendiri.

“Tahun depan kita berharap semakin banyak OPD yang berinovasi dan melaporkan inovasinya itu ke Kemendagri. Sehingga target kita menjadi Kabupaten paling inovatif bisa tercapai,” ujarnya. (ode/b)