Membangun Infrastruktur, Meningkatkan Kualitas SDM


KENDARIPOS.CO.ID — Menjadikan Kabupaten Buton sebagai kawasan bisnis dan budaya terdepan adalah visi Pemkab Buton yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kabupaten Buton dalam komando duet Bupati La Bakry dan Wakil Bupati Iis Elianti, terus berbenah mewujudkan visi tersebut. Selain mendorong percepatan pemanfaatan aspal Buton, La Bakry juga bekerja keras menjadikan otoritanya unggul di sektor pariwisata.

Bupati Buton La Bakry (tengah) memberi teladan dengan turun langsung menggencarkan gerakan bersih-bersih di lokasi destintasi wisata unggulan. Memajukan sektor pariwisata Buton sudah menjadi tekad Bupati Buton, La Bakry.

Setiap tahun miliaran rupiah anggaran dikucurkan untuk memoles objek wisata unggulan daerah. Tahun ini, sekira Rp7 miliar duit APBD terserap untuk memoles kawasan wisata dive center Pasarwajo, Pantai Topa Wabula dan Pantai Wasuemba. Sejumlah fasilitas terus ditambah disana, mulai dari jembatan, ruang ganti, MCK dan setapak. Tiga objek wisata itu juga mendapat sentuhan yang sama di tahun 2020 lalu.

“Kita membangun itu harus fokus, tuntaskan dulu satu-satu agar ada perubahan yang signifikan, di sektor wisata pun kita punya objek unggulan itu yang kita prioritaskan,” begitu prinsip La Bakry saat ditanya mengapa hanya tiga titik lokasi itu yang mendapat kucuran anggaran, kemarin.

Dari sisi pelayanan pariwisata, Pemkab Buton juga memberikan sentuhan pelatihan untuk mendongrak kualitas SDM dalam hal ini warga yang berkecimpung di bisnis sektor wisata. Pemkab telah menggelar Pelatihan Inovasi dan Higienitas Kuliner di Destinasi Wisata. Tak tanggung-tanggung, pelatihan ini mendatangkan chef berstandar internasional sebagai pemateri dari Batam Tourism Politeknik (BTP) dan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung.

“Kuliner khas daerah itu diramu, supaya memenuhi standar nasional, ini juga salah satu daya tarik wisata. Kuliner apa yang enak di Buton, itu cerita yang mesti di bawa pulang oleh wisatawan,” timpal Bupati Buton La Bakry.

Tak hanya sampai disitu, Pemkab Buton bekerjasama dengan unsur Muspida untuk menggencarkan gerakan bersih-bersih pantai. Aksi itu sudah dimulai pada Agustus lalu, saat elemen pemerintah aparat penegak hukum dan organisasi masyarakat mengeroyok pembersihan pantai Swiss di Kelurahan Saragi Kecamatan Pasarwajo.

“Kita ingin aksi bersih-bersih ini tidak berhenti hanya di pantai Swiss, tetapi semua pantai kita, mari kita jaga kebersihannya keindahannya demi kenyamanan kita yang tinggal dan mereka yang datang,” imbaunya saat itu.

Masih kata La Bakry, badai pandemi covid-19 tidak boleh menghentikan langkah pegiat wisata. Semua harus berjuang agar pergerakan ekonomi terus berputar, wisata adalah salah satu roda ekonomi yang juga harus didorong. “Kita terus berikhtiar, supaya sektor wisata kita terus bangkit meski dimasa pandemi,” harapnya.

Selain dilatih piawai menyiapkan makanan khas daerah dengan standar nasional, warga juga dilatih
mengelola rumah. Sebut saja pelatihan pengelolaan home stay. Sebab, di Buton ketersediaan hotel sangat terbatas. Hanya dipusat ibu kota yang jaraknya cukup jauh dari titik wisata unggulan daerah. Nah untuk menyiasati itu, pemerintah melalui dinas pariwasata melatih warga mengelola rumahnya menjadi “hotel” bagi wisatawan yang datang dari luar kota.

Hasilnya pun cukup signifikan, di Wabula misalnya sejumlah rumah sudah disulap menjadi home stay, dan mulai digunakan pada pengunjung. “Sudah ada di Wubula, ada yang hanya kamar yang disiapkan ada pula yang 1 buah rumah. Kita sudah latih bagaimana mendesain rumah untuk tamu yang datang untuk tujuan wisata, hanya karena masalah pandemi jadi masih terhitung yang datang,” jelas Rusdi Nudi, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Buton. (lyn/b)

Sejumlah Rumah Disulap Menjadi Home Stay