-Terkendala Jaringan Internet dan Jumlah Pelajar

KENDARIPOS.CO.ID — Asesmen Nasional (AN) sebagai pengganti Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMP bakal digelar pada 4 – 7 Oktober mendatang. Di Kendari, jumlah satuan pendidikan dasar yang akan berpartisipasi dalam asesmen tercatat sebanyak 41 sekolah baik negeri maupun swasta. Kendati demikian, masih ada beberapa sekolah yang belum bisa mandiri menggelar AN. Tidak tersedianya jaringan internet dan jumlah pelajar yang terbatas memaksa mereka harus “numpang” di sekolah terdekat.

Kabid Dikdas Dikmudora Kendari, Muchdar Alimin mengungkapkan ada empat sekolah yang belum bisa menggelar AN secara mandiri. Siswa mereka harus mengikuti asesmennya di sekolah lain. Sekolah dimaksud yakni SMPN 21 Kendari, SMPN 22, SMPS Bina Insan Mandiri dan SMP Muhammadiyah Kendari.

Pemindahan lokasi ujian keempat sekolah tersebut dikarenakan belum tersedianya jaringan internet dan jumlah pelajar yang sedikit pada sekolah dimaksud. “Kalau SMPN 21, kami gabung AN nya di SMPN 3 Kendari. Untuk SMPN 22 kami pindahkan lokasinya di SDN 69 Kendari. Kedua sekolah ini terkendala jaringan internet. Sementara SMPS Bina Insan Mandiri kami gabungkan di SMPS Kesehatan Mandonga dan SMPS Muhammadiyah kami gabungkan ke SMPN 2 Kendari karena mereka terkendala jumlah pelajar yang sedikit,” ungkap Muchdar, kemarin.

Muchdar memastikan pemindahan dan penggabungan lokasi tak mempengaruhi pelaksanaan AN. Pihaknya tetap mengutamakan jarak terdekat dengan sekolah asal sehingga tidak terlalu membebani pelajar baik dari sisi operasional maupun psikis anak. Ia pun berharap AN bisa menjadi solusi untuk memetakan kualitas pendidikan di Kota Kendari sekaligus untuk mengukur sejauhmana kemampuan numerik (berhitung) dan literasi (bernahasa) anak.

Hasil AN kata dia, akan dijadikan sebagai acuan pengambilan kebijakan dibidang pendidikan. Misalnya, jika rendah capain numerik atau literasinya maka akan dilakukan upaya peningkatan termasuk penyediaan sarpras seperti kendala yang dihadapi saat ini yang mana masih ada sekolah yang terkendala jaringan internet.

“Selain siswa, gurunya juga akan asesmen. Mereka akan ditreatmen, akan dievaluasi diberikan pemahaman pembelajaran, dibimtek berkaitan dengan peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia). Agar prestasi siswa bisa meningkat,” kata Muchdar.

Secara umum, seluruh sekolah siap melaksnakan asesemen. Terbukti, seluruh sekolah telah melaksanakan uji coba (simulasi) yang keseluruhannya berjalan lancar tanpa kendala. “Sudah fix semua SMP. Sudah posisi stanby semua. Tinggal menunggu hari H tanggal 4 – 5 untuk gelombamg pertama dan tanggal 6 – 7 untuk gelombamg kedua,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala SMPN 21 Kendari, Syahwiah Rahim mengaku pelajarnya sudah siap mengikuti AN. Meskipun selama ini tidak mengapliaksikannya (belajar komputer) karena kendala sarpras dan jaringan internet akan tetapi pelajarnya yang berjumlah 10 orang (peserta asesmen) telah mendapatkan pendampingan langsung dari Dikmudora Kendari.

“Untuk sementara kami numpang (ujian) di SMP 3 Puuwatu (Kendari). Kedepan, mudah-mudahan pemerintah bisa bantu siapakan jaringan di sekolah,” kata Syahwiah. (b/ags)

Sekolah “Numpang” AN

  1. Kendala Jaringan Internet
    -SMPN 21 Gabung di SMPN 3 Kendari
    -SMPN 22 Dipindahkan di SDN 69 Kendari
  2. Jumlah Pelajar Sedikir
    -SMPS Bina Insan Mandiri Gabung di SMPS Kesehatan Mandonga
    -SMPS Muhammadiyah Gabung ke SMPN 2 Kendari

AN Tingkat SMP Dimulai 4-7 Oktober
Jumlah Satu Pendidikan 41 Sekolah Baik Negeri/Swasta
Diikuti Pelajar Kelas VIII