Aman Sempurnakan Pembangunan

KENDARIPOS.CO.ID — Kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi bersama Wakil Gubernur Lukman Abunawas menapaki usia tiga tahun. Selama tiga tahun, pemimpin Sultra berakronim “Aman” itu telah banyak menorehkan karya pembangunan. Kini saatnya mereka menyempurnakan pembangunan. Semuanya bermuara pada kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Sultra kini kian maju atas polesan tangan Aman. Karya pembangunan duet Aman dipaparkan Gubernur Ali Mazi dalam momen di aula Bahteramas Kantor Gubernur Sultra, Senin (6/9).

Gubernur Sultra H. Ali Mazi (kemeja putih) bersama Wagub Sultra H. Lukman Abunawas saling mendekap usai mempersentasikan capaian kinerja dalam Ekspose Pembangunan 3 Tahun AMAN di Aula Bahteramas, Kompleks Bumi Praja Anduonohu, Kendari, Senin (6/9).

Gubernur Sultra Ali Mazi mengatakan, pembangunan Sultra tetap berporos pada kerangka visi terwujudnya Sultra yang aman, maju, sejahtera dan bermartabat. Visi tersebut dijabarkan dalam empat misi, yang dipertajam dalam lima program prioritas. Pertama Sultra berbudaya dan beriman. Kedua, Sultra cerdas. Ketiga, Sultra sehat. Keempat, Sultra produktif. Kelima, Sultra peduli kemiskinan. Kesemuanya direalisasikan melalui konsep dan strategi pendekatan gerakan akselerasi pembangunan daratan dan lautan/kepulauan (Garbarata). Secara menyeluruh termuat dalam RPJMD periode 2018 – 2023.

“Selain program prioritas, kami juga telah menetapkan program unggulan, meliputi, pembangunan jalan Kendari-Toronipa untuk mendukung kawasan Toronipa sebagai kawasan wisata terpadu, pembangunan Rumah Sakit (RS) Jantung dan pembuluh darah bertaraf internasional, dan pembangunan perpustakaan modern. Sebagian besar pelaksanaan program dan kegiatan, baik yang bersifat prioritas maupun unggulan terus berjalan, walaupun masih dalam suasana pandemi covid-19,”kata Ali Mazi, Senin (6/9).

Pelaksanaan program unggulan hingga akhir tahun ketiga (2021), kata dia, tetap berjalan sesuai target. Pembangunan jalan Kendari-Toronipa direncanakan 14,6 kilometer masih berjalan dan kini masuk tahap II. Pembangunan gedung perpustakaan modern kini tahap akhir. Pembangunan
RS Jantung dan pembuluh darah sudah dilanjutkan lagi setelah terhenti beberapa saat.
“Kita berharap program unggulan ini rampung tahun depan, agar memasuki tahun kelima sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Gubernur Ali Mazi.

Gubernur Sultra dua periode itu menjelaskan, pandemi covid-19 telah menghambat laju pertumbuhan semua lapangan usaha ekonomi Sultra. Perekonomian Sultra tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar 0,65 persen. Angka tersebut capaian terendah selama tiga tahun terakhir. Dalam lima tahun sebelum pandemi covid-19, pertumbuhan ekonomi Sultra selalu berada di atas rata-rata nasional, dengan nilai di atas 6 persen per tahun.

Kendati demikian, kata Ali Mazi, ekonomi Sultra pada triwulan II tahun 2021 berangsur pulih dan tumbuh 4,21 persen. Lebih tinggi dibanding capaian triwulan II tahun 2020 yang mengalami kontraksi 2,59 persen. “Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai dari lapangan usaha pengadaan listrik dan gas sebesar 16,75 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen ekspor barang dan jasa yang tumbuh sebesar 132,49 persen. Gini ratio Sultra per Maret 2021 sebesar 0,39 poin. Diharapkan capaian gini ratio Sultra ini akan terus menurun sehingga target di akhir periode mampu dicapai sebesar 0,38 poin,” harap Ali Mazi.

Berdasarkan ukuran ketimpangan bank dunia maka tingkat ketimpangan di Sultra berada dalam kategori sedang sejak Ali Mazi dan Lukman Abunawas dilantik. Angka kemiskinan berhasil diturunkan dari 11,32 persen tahun 2018 menjadi 11 persen pada Maret tahun 2020. Namun dampak covid-19 yang mengakibatkan persentasenya kembali meningkat pada bulan September 2020 yang mencapai 11,69 persen dan kembali mengalami penurunan pada maret 2021 sekira 11,66 persen atau mencapai 318.700 orang, seiring dengan pemulihan ekonomi di berbagai sektor. “Kondisi ini terjadi salah satunya disebabkan oleh banyaknya penduduk yang kehilangan pekerjaan serta rentan miskin. Sehingga tidak dapat bertahan akibat ketidakmampuannya memenuhi kebutuhan dasar,” ujar Ali Mazi.

Sementara pada aspek tingkat pengangguran terbuka di Sultra pada Februari 2021 mencapai 4,22 persen. Kondisi ini mengalami penurunan 0,36 persen jika dibandingkan dengan Agustus 2020. Perbaikan kondisi ekonomi di tengah pandemi memicu kenaikan penyerapan tenaga kerja. Sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian, kehutanan dan kelautan. Disusul sektor pertambangan dan penggalian serta industri pengolahan dengan serapan tenaga kerja mencapai 60 persen. Perekonomian Sultra tahun 2020 menghasilkan nilai tambah Rp130,18 triliun atas dasar harga berlaku. Sedangkan atas dasar harga konstan tahun 2010, sekira Rp93,45 triliun. Namun, angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2019 akibat pandemi.

“Indikator itu memberikan pesan bahwa dampak pandemi Covid-19 memukul pertumbuhan lapangan usaha, dan perlu dijawab dengan program dan kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” papar Gubernur Ali Mazi.

Gubernur Ali Mazi menambahkan, perhatian terhadap implementasi lima program prioritas yang tercantum dalam perubahan RPJMD 2018-2023 perlu ditingkatkan lagi mulai perencanaan, penganggaraan hingga pelaksanaannya pada tahun mendatang. Kemajuan pembangunan yang dicapai tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi berbagai pihak. Khusus kepada organisasi perangkat daerah, Gubernur menginstruksikan agar melakukan langkah inovasi, berpikir dan bertindak cepat.

“Kembali saya ingatkan, bahwa saat ini kita berburu dengan waktu. Jika kita tidak bergerak cepat melakukan lompatan berpikir dan bekerja, maka pasti ketinggalan dan akan banyak program terbengkalai, yang akhirnya pembangunan tidak akan maksimal,” tandas Ali Mazi.

Di tempat yang sama Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas menyampaikan capaian yang diraih pemerintahannya bersama Gubernur Ali Mazi dalam tiga tahun terakhir. Tentu saja, pemerintahan yang dijalankan punya kekurangan dan kelebihan. Namun, yang pasti dirinya bersama Gubernur Ali Mazi akan bahu-membahu menuntaskan amanah selama lima tahun. Sebagai Wakil Gubernur, kata Lukman Abunawas, dirinya akan selalu setia dan taat mendampingi Gubernur Ali Mazi menjalankan pemerintahan.

Suasana haru tampak menyelimuti hadirin saat Wagub Lukman Abunawas menyampaikan istri mereka berdua yang telah berpulang ke pangkuan Allah SWT. Istri Wagub, Ibu Yati Lukman, wafat pada Juni 2019 silam. Lalu, disusul istri Gubernur Ali Mazi, Agista Ariany, yang wafat pada Juli 2021. Saat saling bertukar cendera mata bersama dengan Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh dan Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur, Gubernur dan Wagub saling berpelukan hangat. Suasana diliputi keharuan. (ali/b)

Lukman Abunawas Selalu Setia Mendampingi Gubernur Ali Mazi