Dua Tahun Insiden Sedarah

MUH. ABDI ASMAUL AMRIN KENDARI POS
Aksi teatrikal membentuk formasi mozaik wajah mendiang Randi dan Yusuf Kardawi dilakukan oleh ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Yusuf dan Randi dari Fakultas Teknik dan Program Pendidikan Vokasi UHO, baru-baru ini.


–Mahasiswa Tuntut Dugaan Pelanggaran HAM Diusut Tuntas
KENDARIPOS.CO.ID– September dua tahun lalu, Randi dan Yusuf Kardawi tersungkur memeluk bumi pertiwi setelah butir bedil aparat mengoyak tubuh. Satu oknum aparat menjadi tersangka. Namun rekan seperjuangan mendiang Randi dan Yusuf Kardawi menuntut kasus dugaan pelanggaran HAM itu dituntaskan. “Masih ada kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang belum dituntaskan aparat kepolisian hingga saat ini,” kata Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) UHO, Purmadana dalam aksi peringatan September Berdarah (Sedarah) yang dilakukan KBM FISIP UHO di pertigaan kampus UHO, akhir pekan lalu.

Kata dia, aksi peringatan Sedarah untuk mengingatkan mahasiswa atas tragedi yang menimpa dua rekan mereka pada 26 September 2019 lalu. “Ini sebagai bentuk merefleksi kejadian 26 September 2019 lalu,” kata Purmadana.

Terpisah, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Yusuf dan Randi dari Fakultas Teknik dan Program Pendidikan Vokasi UHO turun ke jalan. Melakukan aksi teatrikal, membentuk formasi mozaik wajah Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi, di tengah jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Mandonga.

“Aksi ini untuk menggugah hati masyarakat Sultra dan seluruh Indonesia, agar mendukung mahasiswa untuk mendesak polisi menuntaskan kasus penembakan tersebut. Masyarakat harus tahu bahwa kasus tertembaknya Muhammad Yusuf Kardawi hingga tewas masih tahap penyelidikan sampai hari ini,” kata Tison, penanggung jawab aksi.

Hal senada diungkapkan Ketua Gerakan Persatuan Mahasiswa Indonesia (GPMI), La Ode Mustofa. Menurutnya, kasus gugurnya Randi dan Yusuf belum menemui titik terang. “Kami menduga, terdapat ketimpangan terhadap penegakan hukum dan pelanggaran HAM. Kami memang percaya dengan progres dari Polda Sultra terhadap penetapan salah satu tersangka. Namun, kami menduga tersangka bukan hanya satu orang,” kata Mustofa dalam aksi unjuk rasa di pertigaan kampus UHO, Minggu (26/9) kemarin.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan belum memberikan tanggapan saat dihubungi Kendari Pos, Minggu (26/9). (ndi/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *