HELMIN TOSUKI/KENDARI POS
RUSAK LINGKUNGAN : Pembukaan lahan tambang C di Desa Andeo, Kecamatan Lasolo oleh PT TIP menyebabkan kerusakan jalan poros Lasolo-Wawotobi. Anggota DPRD Konut turun lapangan meninjau aktivitas eksplorasi tersebut.

KENDARIPOS.CO.ID– Pembukaan lahan tambang golongan C di Desa Andeo, Kecamatan Lasolo oleh PT Teratai Inti Perkasa (TIP), menyebabkan kerusakan jalan poros Lasolo-Wawotobi. Kondisi itu menjadi perhatian legislator Konawe Utara (Konut). Selasa (7/9), Anggota DPRD Konut, Hendriawan dan Safrin turun lapangan meninjau aktivitas eksplorasi PT TIP yang menyebabkan kerusakan jalan.

Dari laporan warga, kerusakan jalan poros di wilayah itu disebabkan adanya kegiatan pembukaan lahan tambang batu oleh PT Teratai Inti Perkasa. Biasnya, bila musim hujan turun, material pasir, tanah dan batu menutup akses transportasi. “Kondisi ini sudah berlangsung beberapa tahun. Warga baru melaporkan ke kami atas insiden ini. Karena kondisi jalan kian parah akibat tertimbun pasir dan batu hingga ke bahu jalan,” ungkap Anggota Komisi I DPRD Konut, Hendriawan.

Politikus PKB Konut itu menegaskan, keran investasi yang hadir di wilayah Andeo semestinya membuka “mata air” kehidupan, bukan sebaliknya justru membawa “air mata”, akibat dampak pertambangan. “Idealnya, investasi harus menumbuhkembangkan ekonomi warga, tanpa mengabaikan regulasi penatakelolaan lingkungan. Kalau seperti ini, belum eksploitasi sudah memberikan dampak negatif bagi warga,” kesalnya.

Hendriawan menegaskan, manajemen perusahaan PT TIP harus melakukan pembenahan lingkungan sebelum warga setempat yang terkena dampak, berbuat sewenang-wenang. Pasalnya, dampak yang ditimbulkan membuat pondasi rumah salah satu warga mengalami kerusakan. “Termasuk izin UKL-UPL sudah kami cek, itu juga belum dikantongi oleh perusahaan,” tegas Hendriawan.

Dalam waktu dekat ini, DPRD akan melakukan pemanggilan pada manajemen PT TIP untuk mendapatkan klarifikasi atas kerusakan lingkungan akibat eksplorasi yang telah dilakukan. “Saat kami cek lokasi, pimpinan PT TIP tidak berada di tempat. Kami hanya diterima karyawan yang dipercayakan untuk menjaga alat di lokasi. Makanya, kami akan panggil nanti,” janji Hendriawan.

Perwakilan PT TIP, Erwin, berjanji akan melakukan pembenahan lumpur pasir dan batu yang berada di badan jalan. “Kami sudah kordinasikan dengan manajemen untuk pembuatan drainase, pengukuran sudah dilakukan. Kalau cuaca sudah bagus akan dikerjakan,” katanya. (b/min)