KENDARIPOS.CO.ID — Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) asal Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) telah mengadakan diseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat bertempat di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari. Tim pengabdian diketuai oleh Dr. Muh. Najib Husain, M.Si., dan beranggotakan dua orang dosen yakni Iriyani Astuti Arief, M.Si., dan Dian Trianita Lestari, M.A. Tujuan dari kegiatan itu adalah untuk mempresentasikan hasil sosialisasi pendidikan politik terhadap siswa disabilitas dari SLB B-F Mandara Kota Kendari yang dilaksanakan secara door to door pada tanggal 18 dan 20 September 2021. Acara diseminasi oleh Ketua KPU Kota Kendari, Jumwal Shaleh, S.P. dan beberapa anggota KPU, perwakilan Guru dari SLB B-F Mandara, perwakilan siswa disabilitas SLB B-F Mandara dengan didampingi wali, serta alumni dan mahasiswa Prodi Ilmu Politik FISIP UHO.

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat asal Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) yang
diketuai Dr. Muh. Najib Husain, M.Si dan beranggotakan dua dosen yakni Iriyani Astuti Arief, M.Si dan Dian Trianita Lestari,
M.A dalam kegiatan diseminasi hasil pengabdian, beberapa waktu lalu

Ketua KPU Kota Kendari, Jumwal Saleh mengatakan bahwa KPU Kota Kendari memiliki sejumlah program terkait pemenuhan hak politik pemilih disabilitas, seperti bekerja sama dengan persatuan disabilitas Kota Kendari dan SLB-SLB yang berada di Kota Kendari. Pihak KPU Kota Kendari sangat mengapresiasi kegiatan diseminasi tersebut karena merupakan kali pertama KPU bertemu dengan pihak akademisi, guru dan siswa disabilitas di satu forum yang sama. KPU Kota Kendari juga menerima rekomendasi dari tim pengabdian yakni mempertimbangkan untuk mengadakan sosialisasi pendidikan politik secara door to door untuk kawan disabilitas di masa mendatang. “KPU Kota Kendari juga memiliki ruang simulasi khusus yang terbuka untuk para siswa yang ingin mengetahui tentang proses pemilihan umum,” ujar Jumwal.

Sementara itu, Dr. Muh. Najib Husain, menyampaikan bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah untuk menampilkan instrumen yang digunakan dalam sosialisasi baik flyer yang dicetak biasa maupun yang dicetak dalam huruf braile. Ia menyampaikan bahwa kendala yang dihadapi oleh siswa disabilitas selama ini yaitu tidak pernah mendapatkan sosialisasi langsung ke rumah yang mengakibatkan kurangnya pengetahuan mengenai apa itu pemilu dan bagaimana cara memilih menyalurkan hak politiknya. “KPU Kota Kendari sebaiknya membuat sebuah program khusus yang berkesinambungan bagi siswa-siswi penyandang disabilitas melalui kerja sama dengan SLBSLB di Kota Kendari. Sehingga mereka bersedia dengan sukarela memberikan suaranya dalam pemilu tanpa harus malu dan takut berada di TPS,” tutur Dr. Najib.

Kegiatan diseminasi itu juga dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Di antara pertanyaan yang diajukan yaitu berasal dari wali siswa disabilitas yang mempertanyakan mengenai keamanan saat pemilih disabiltas menyampaikan hak politiknya di TPS, prokes saat pemilu berlangsung dan tentang wajib pilih yang belum memiliki KTP. Selain itu, dari pihak guru SLB B-F Mandara mempertanyakan tentang penyediaan alih bahasa untuk tunarungu saat kampanye, kertas suara yang dilengkapi dengan huruf braile dan pemilih disabilitas khususnya tuna grahita dan autis dibolehkan menyampaikan hak suaranya di rumah masing- masing atau dengan kata lain, pihak KPPS lah yang mengunjungi rumah pemilih disabilitas. (uli/b)