Disdukcapil Intens Data Kematian Penduduk

DISDUKCAPIL KONSEL FOR KENDARI POS
JEMPUT BOLA : Disdukcapil Konsel berupaya meningkatkan akurasi cakupan data kependudukan melalui pencatatan peristiwa kematian. Para petugas pelayanan turun langsung pada tiap kecamatan menghimpun data warga yang telah meninggal dunia.

KENDARIPOS.CO.ID– Pencatatan angka kematian penduduk intens dilakukan pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Konawe Selatan (Konsel). Upaya tersebut dalam rangka meningkatkan akurasi cakupan data kependudukan pencatatan peristiwa kematian di wilayah tersebut. Para petugas pelayanan Disdukcapil turun langsung pada tiap kecamatan untuk menghimpun data warga yang telah meninggal dunia. Seperti yang baru saja dilaksanakan di Kecamatan Landono.

“Bahkan kita sistem jemput bola dengan mendatangi rumah warga meminta akurasi data masing-masing,” kata Kepala Bidang Pencatatan Sipil Disdukcapil Konsel, Harlin S.Pd M.Si, Jumat (17/9).

Pada kesempatan itu, pihaknya mengimbau aparatur pemerintahan di kecamatan agar aktif mendata penduduknya yang telah meninggal dunia. “Sekaligus mengajak warga menyampaikan peristiwa dan melaporkan ke Disdukcapil untuk diterbitkan akta kematiannya,” sambungnya.

Harlin menjelaskan, semua itu sesuai perintah undang-undang nomor 24 tahun 2013 pasal 4 tentang administrasi kependudukan. Setiap kematian warga negara wajib dilaporkan pada instansi pelaksana, paling lambat 30 hari sejak kejadian. Menurutnya akta kematian memiliki banyak manfaat yang bisa diperoleh masyarakat, khususnya bagi ahli waris, termasuk pemerintah setempat.

“Akta kematian salah satu syarat mengurus administrasi persoalan ahli waris, seperti asuransi kecelakaan dan uang duka atau pengurusan pensiunan bagi keluarga ASN, TNI dan POLRI yang ditinggal mati. Bagi pemerintah juga penting sebagai data statistik kependudukan dan arah kebijakan pembangunan,” beber Harlin.
Juga untuk meningkatkan cakupan data penduduk yang telah berpulang dan demi akurasi, termasuk perubahan kartu keluarga.

“Sehingga setiap hari kami melakukan pelayanan sistem jemput bola di wilayah kecamatan hingga kelurahan selama sebulan penuh dengan membagi beberapa tim pada wilayah penugasan,” terangnya.

Persyaratan yang mesti dilengkapi untuk mendapatkan akta kematian dari Disdukcapil Konsel adalah surat keterangan¬†kematian dari kepala desa, kelurahan, rumah sakit atau dari kepolisian. “Dan yang pokok, kartu keluarga asli, KTP almarhum serta fotokopi KTP saksi, satu orang,” tandas Harlin. (c/kam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *