Desa Napalakura Olah Bandeng dan Udang

Pejabat Kepala Desa Napalakura, Sunarti (enam kiri) menunjukkan produk olahan hasil tambak

-Ciptakan Abon, Bandeng Presto dan Udang Beku

KENDARIPOS.CO.ID– Desa Napalakura, Kecamatan Napabalano, Muna berhasil mengembangkan hasil perikanan air tawar menjadi produk olahan kemasan. Kendati baru tiga bulan berjalan, produk asli desa itu sudah meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

Penjabat Kepala Desa Napalakura, Sunarti menerangkan masyarakat Napalakura mayoritas berprofesi sebagai petani tambak. Budidaya yang dikembangkan antara lain, ikan bandeng dan udang vaname. Namun sebelumnya hasil panen hanya dijual secara mentah kepada pengepul yang datang dari berbagai wilayah.
“Untuk petani tambak jumlahnya 112 orang. Semua punya tambak sendiri. Tapi selama ini hanya dijual mentah, tidak diolah sebagai produk rumahan,” jelasnya.

Sunarti melanjutkan, dirinya memutuskan mengajak beberapa warga petani tambak untuk mengolah ikan bandeng dan udang menjadi produk kemasan siap jual. Berbekal dana desa dan melibatkan peran Badan Usaha Milik Desa, hasil tambak itu kemudian diproduksi menjadi bandeng presto, abon bandeng dan udang beku. Usaha itu baru dimulai tiga bulan terakhir.
“Bisa dibilang keputusan berani sebenarnya karena produk kami sudah cukup banyak di pasaran. Apalagi seperti abon. Tetapi kami memutuskan berinovasi saja dulu,” paparnya.

Ia mengatakan, untuk masa produksi memang baru efektif kurang dari satu bulan terakhir. Namun hasil saat ini cukup menggiurkan. Tercatat usaha desa itu sudah 12 kali mepmroduksi dan menyerap 2.300 ekor ikan segar.
Sedangkan nilai ekonomisnya sudah menghasilkan Rp 32 juta. “Kami produksinya per dua hari dan sekarang sudah 12 kali. Berarti baru berjalan 24 hari. Hasilnya lumayan karena pendapatan kami sudah Rp 32 juta,” urainya.

Ia mengatakan, usaha tersebut saat ini masih dikelola oleh Pemdes, Bumdes dan Perpustakaan Desa. Sejauh ini sudah ada kerjasama yang dijalin dengan Badan Pertanahan Nasional Muna dan Rumah Kreatif BUMN. Kedepan, ia berharap usaha bandeng presto, abon bandeng dan udang beku semakin diminati pasaran. “Kesyukuran kami karena selain memberdayakan hasil panen masyarakat, semua kegiatan usaha juga dikelola langsung masyarakat desa,” pungkasnya. (ode/c)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *