–Dugaan Suap Dana Hibah BNPB


KENDARIPOS.CO.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak senyap. Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT), Selasa (21/9) malam. Dalam OTT, KPK menyita duit sekira Rp225 juta. Sang bupati tak sendiri. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Koltim, Anzarullah turut diamankan KPK bersama tiga orang lainnya. Usai diperiksa di Mapolda Sultra, kelimanya diterbangkan ke Gedung KPK Jakarta.

Di gedung KPK, Bupati Andi Merya dan Kepala BPBD Koltim, Anzarullah ditampilkan dalam konferensi pers. Keduanya mengenakan rompi warna orange. KPK menunjukkan barang bukti gepokan uang yang diamankan dari OTT. Keduanya terjerat perkara dugaan suap terkait proyek yang berasal dari dana hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Penetapan tersangka terhadap Andi Merya dan Anzarullah setelah KPK melakukan gelar perkara dengan memerikaa enam orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Koltim. “Setelah dilakukan pengumpulan berbagai bahan keterangan dugaan tindak pidana korupsi dimaksud, selanjutnya KPK melakukan penyelidikan dan ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, maka KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (22/9).

Ghufron menjelaskan, perkara ini bermula saat Andi Merya dan Anzarullah mengajukan dana hibah kepada BNPB berupa dana rehabilitasi dan rekonstruksi atau RR dan dana siap pakai atau DSP pada periode Maret hingga Agustus 2021. Pada awal September 2021, Andi Merya dan Anzarullah menyampaikan paparan terkait pengajuan dana hibah logistik dan peralatan di kantor BNPB, Jakarta.
“Pemkab Kolaka Timur memperoleh dana hibah BNPB yaitu hibah relokasi dan rekonstruksi senilai Rp26,9 Miliar dan hibah dana siap pakai senilai Rp 12,1 miliar,” ucap Ghufron.

Bupati Koltim, Andi Merya Nur (belakang, kanan) dan Kepala BPBD Koltim, Anzarullah (belakang, kiri) ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron (tengah) dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, menyebut kedua tersangka terjerat perkara dugaan suap proyek dari dana hibah BNPB, Rabu (22/9).

Anzarullah lalu meminta Bupati Andi Merya agar beberapa proyek pekerjaan fisik yang bersumber dari dana hibah BNPB tersebut dilaksanakan oleh orang-orang kepercayaannya dan pihak-pihak lain yang membantu mengurus. Hal ini agar dana hibah tersebut cair ke Pemkab Kolaka Timur.

Khususnya terkait paket belanja jasa konsultansi perencanaan jembatan dua unit di Kecamatan Ueesi senilai Rp714 juta dan belanja jasa konsultansi perencaaan pembangunan 100 unit rumah di Kecamatan Uluiwoi senilai Rp175 juta akan dikerjakan oleh Anzarullah. “AMN (Andi Merya Nur) menyetujui permintaan AZR (Anzarullah) tersebut dan sepakat akan memberikan fee kepada AMN sebesar 30 persen,” ucap Ghufron.

Lantas Andi Merya memerintahkan Anzarullah untuk berkoordinasi dengan Dewa Made Ramawan selaku Kabag ULP agar bisa memproses pekerjaan perencanaan lelang konsultan dan mengunggahnya ke LPSE. Sehingga perusahaan milik Anzarullah atau grupnya dimenangkan serta ditunjuk menjadi konsultan perencana pekerjaan dua proyek tersebut.

Sebagai realisasi kesepakatan, lanjut Ghufron, Andi Merya diduga meminta uang sebesar Rp 250 juta atas dua proyek pekerjaan yang akan didapatkan Anzarulalh tersebut. “AZR kemudian menyerahkan uang sebesar Rp 25 juta lebih dahulu kepada AMN dan sisanya sebesar Rp 225 juta sepakat akan diserahkan di rumah pribadi AMN di Kendari,” papar Ghufron.

AZR selaku pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. AMN selaku penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11.

Andi Merya Nur ditahan di rutan gedung Merah Putih KPK. Sedangkan Anzarullah ditahan di Rutan KPK kavling c1, Jakarta. Terhitung sejak 22 September 2021 sampai 11 Oktober 2021. “Sebagai langkah antisipasi, memenuhi protokol kesehatan covid 19 maka para tersangka akan dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rutan masing-masing,” ungkap Ghufron.

Bupati Perempuan Pertama di Sultra Terjaring OTT

Andi Merya Nur adalah bupati perempuan pertama di Sultra sekaligus menjadi bupati perempuan pertama yang terjaring OTT KPK. Andi Merya baru tiga bulan menjabat sebagai Bupati Koltim. Andi Merya yang sebelumnya menjabat Wakil Bupati Koltim naik ke puncak tampuk pemerintahan Koltim setelah kursi Bupati Koltim ditinggal wafat mendiang Samsul Bahri. Andi Merya Nur dilantik sebagai Bupati Koltim definitif oleh Gubernur Sultra Ali Mazi pada Senin, 14 Juni 2021.

Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur diberangkatkan ke gedung KPK Jakarta usai diperiksa di Polda Sultra, Rabu (22/9). Pantauan Kendari Pos, KPK menyegel ruang kerja Bupati Koltim dan ruang Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Koltim disegel KPK. Satu kamar kost di Kecamatan Tirawuta turut disegel.

Setelah OTT, KPK memeriksa Bupati Koltim Andi Merya Nur di gedung Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra. “KPK menggunakan ruang Krimsus Polda Sultra untuk pemeriksaan,” kata Kabid Humas Polda Sultra, Ferry Walintukan.

Usai diperiksa, Bupati Koltim Andi Merya diterbangkan ke gedung KPK, Jakarta. Ia keluar dari gedung Ditreskrimsus Polda Sultra dan dikawal ketat polisi. Andi Merya melewati selasar di lantai 2 gedung Ditreskrimsus Polda Sultra untuk menghindari awak media. Bupati Andi Merya Nur didampingi sang suami, dua ajudan dan sekretaris pribadi.

Bupati perempuan pertama di Sultra itu mengenakan celana warna gelap dipadu jaket warna abu-abu. Andi Merya di kawal polisi dan petugas KPK menuju bandara Halu Oleo, menumpangi minibus Toyota Kijang Innova bernomor polisi DT 1850 CA.

Sanak keluarga juga ikut mengantar ke Bandara Haluoleo Kendari, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Andi Merya Nur diterbangkan ke Jakarta, sekira pukul 15.30 Wita, kemarin. “Diterbangkan ke Jakarta untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kompol Dolfi Kumaseh, Kepala Subbidang Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Sultra. (ndi/ali/b/jpg)

Andi Merya Nur Ditahan di Rutan KPK