Selamatkan 3.000 Nyawa di Sultra

KENDARIPOS.CO.ID — Prestasi gemilang kembali ditorehkan personel Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra yang menangkap pengedar narkoba. BNNP Sultra menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu sekira satu kilogram lebih atau sekira 1.002,97 gram. Sabu diamankan dari tangan pelaku berinisial NR (46) warga Jalan Abadi lorong Meohai, Kelurahan Kolakaasi, Kecamatan Latambaga Kabupaten Kolaka. Sehari-hari NR berprofesi sebagai nelayan.

Kepala BNNP Sultra, Brigjen Pol Sabaruddin Ginting melalui Humas BNNP, Andisak Rey mengatakan
hasil tangkapan 1.002,97 gram sabu itu, sama saja BNNP menyelamatkan sekira 3.000 nyawa di Sultra. Dampak penyalahgunaan sabu dapat menyebabkan kematian. Asumsinya, 1 gram sabu bisa membunuh tiga orang penyalahguna. “Jadi 1.002,97 gram sabu yang kami amankan, tentu saja dapat menyelamatkan 3.000 orang di Sultra,” ujarnya kepada Kendari Pos, Rabu (22/9) kemarin.

Kepala BNNP Sultra, Brigjen Pol Sabaruddin Ginting (duduk, kanan) saat menjelaskan pengungkapan kasus satu kilogram narkoba jenis sabu atas tersangka inisial NR (46), Rabu (22/9) kemarin.

Sementara itu, Kepala BNNP Sultra, Brigjen Pol Sabaruddin Ginting memaparkan kronologis penangkapan pelaku NR. Berawal dari laporan masyarakat, tentang adanya transaksi narkotika di sekitar Kelurahan Kolakaasi. “Selanjutnya petugas BNNP Sultra berangkat ke Kabupaten Kolaka dan melakukan penyelidikan mendalam. Setelah dipastikan informasi masyarakat itu, maka tersangka kami amankan,” ujarnya dalam konferensi pers di kantor BNNP Sultra, Rabu (22/9) kemarin.

NR diamankan karena saat itu kedapatan membawa, memiliki, menyimpan dan menguasai narkotika golongan satu jenis sabu. Petugas BNNP Sultra menyita barang bukti berupa 20 bungkus plastik bening berisi sabu. Saat diinterogasi, tersangka NR mengaku modus yang digunakan oleh jaringan ini adalah sistem tempel. “Tersangka diarahkan oleh seorang pengendali inisial KU. Pengendali ini masih dalam penyelidikan, kasus ini kita kembangkan untuk membongkar jaringan yang lebih besar,” ungkap Brigjen Pol Sabaruddin Ginting

Brigjen Sabaruddin menjelaskan, saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di BNNP Sultra guna proses pemeriksaan lebih mendalam. Atas perbuatannya, tersangka NR disangkakan melanggar pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. “Ancaman hukumannya pidana mati, pidana penjara seumur hidup, pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun,” tutupnya. (ndi/b)

Ancaman Hujuman Pidana Mati