KENDARIPOS.CO.ID — Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari, Dr La Ode Haji Polondu buka lima paket Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Institusional Non Boarding di Aula BLK Kendari, Rabu (8/9/2021).

Lima paket pelatihan yang dibuka yaitu Program Pelatihan Tata Rias Pengantin, Asisten Pembuat Pakaian, Menjahit Pakaian Wanita Dewasa, Teknisi Akuntasi Junior, Pembuat Roti dan Kue.

Kepala BLK Kendari, saat membuka pelatihan.

Kepala BLK Kendari Dr La Ode Haji Polondu dalam sambutannya mengatakan, lima paket pelatihan yang dibuka pada Tahap VIII ini merupakan urutan kedua dari Tahap Terakhir atau Tahap IX untuk seluruh paket pelatihan yang akan digelar BLK Kendari pada 2021.

“Alhamdulillah, hingga saat ini kita telah menyelesaikan 38 program pelatihan dengan total 608 peserta sejak Februari,” katanya.

Ia menjelaskan, mengikuti pelatihan di BLK Kendari tidak sekedar menambah keterampilan saja, sebab siswa peserta pelatihan dituntut menjadi angkatan kerja kompeten yang siap memasuki pasar kerja dan membuka lapangan kerja baru atau berwirausaha mandiri.

“Di sini, siswa kami harapkan bisa berubah dari biasa menjadi luar biasa, dari baik menjadi lebih baik dan dari kurang terampil menjadi terampil,, dari belum kompeten menjadi lebih kompeten” papar mantan Kepala Bagian (Kabag) Rumah Tangga Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI).

Para siswa juga, lanjut orang nomor satu di BLK Kendari ini, harus mampu atau bisa memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan sosial dan kecerdasan spritual. Pasalnya, ketikan para siswa mampu menguasai empat hal itu dan ditunjang dengan keterampilannya, Insya Allah semua hal akan mampu dilakukan.

“Berilmu namun tak berahlak, tidak disiplin, dan tidak pula mampu membangun hubungan bermasyarakat yang baik, tentu semua akan menjadi sia-sia. Jadi, kita untuk bisa sukses harus mampu menguasai semua itu,” jelasnya.

Terkait pelaksanaan kegiatan pelatihan di BLK Kendari, ia menyebutkan, jika hal itu telah mendapatkan izin dari Wali Kota Kendari H Sulkarnain Kadir SE ME dengan syarat pemberlakuan protokol kesehatan secara ketat, mulai dari cuci tangan, penggunaan masker, jaga jarak dan pengukuran suhu tubuh.

Siswa pelatihan, masih kata dia, juga diberikan hand sanitizer serta masker oleh BLK Kendari untuk digunakan selama pelatihan, sehingga bisa bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Bukan hanya itu, kami juga telah bersepakat untuk membagi siswa setiap kelas menjadi delapan orang dari normalnya enam belas per kelas setiap program pelatihan.Sebagai tambahan pula, Alhamdulillah hingga saat ini kami keluarga besar BLK Kendari tidak terpapar Covid-19 dan kami telah melakukan vaksinasi sebanyak dua kali,” tutupnya. (adv)