KENDARIPOS.CO.ID — Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari membuka lima paket pelatihan Mobile Training Unit (MTU) atau Pelatihan Berbasis Kompetensi Non Institusional yang terakhir untuk Tahun Anggaran 2021.Pelatihan ini dibuka secara serentak di tiga kabupaten berbeda pada Selasa (28/9/2021).

Tiga kabupaten tersebut yaitu di Kelurahan Boepinang Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana dengan program pelatihannya Audio Video.Kemudian di Kelurahan Besulutu Kecamatan Besulutu Kabupaten Konawe dengan paket pelatihannya Garmen Apparel.Lalu di Kabupaten Muna dengan paket pelatihannya Fitter Structur (Teknis Las) di Kelurahan Watonea Kecamatan Katobu.Lalu Service Sepeda Motor Konvensional di Kelurahan Tombula Kecamatan Tongkuno, dan Garmen Apparel di Kelurahan Danagoa Kecamatan Tongkuno.

Sebagai pusat pembukaan pelatihan MTU terakhir itu dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna. Dibuka langsung Wakil Bupati Muna Drs H Bachrun MSi bersama Kepala BLK Kendari Dr La Ode Haji Polondu, Kepala Disnakertrans Sultra, La Ode Muhammad Ali Haswandy, SE., M.Si. Turut hadir juga Sekretaris Disnaker Kabupaten Muna Drs La Ode Muhammad Nasir MPd, Camat Tongkuno Arif Wau serta Kepala Desa dan Lurah se-Kecamatan Tongkuno.

Wakil Bupati Muna Drs H Bachrun MSi mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih kepada BLK Kendari yang telah memberikan paket pelatihannya di Kabupaten Muna. Sehingga program ini dapat membuat terampil masyarakatnya yang itu sejalan dengan visi misi pemerintah Kabupaten Muna.

“Kegiatan seperti ini sangat kami apresiasi dan saya mewakili pemerintah Kabupaten Muna sangat berterima kasih. Saya juga berharap pelatihan-pelatihan seperti ini terus ada, sehingga generasi kita tumbuh menjadi generasi yang terampil dan kompeten,” terangnya.

Kedepan, lanjut dia, pihaknya akan berupaya membangun BLK UPTD dibawah naungan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Muna, sehingga bisa lebih baik dalam penyelenggaraan pelatihan bagi masyarakat di Kabupaten Muna. Hal itu, juga sebagai wujud untuk terus menjalin kerjasama yang baik dengan BLK Kendari.

“Harapan kami, dengan adanya pelatihan ini, masyarakat kita bisa menjadi semakin baik, bisa semakin trampil dan pada akhirnya dapat menolong diri, keluarga bahkan masyarakat di lingkungannya,” tandasnya.

Kepala Disnakertrans Sultra La Ode Muhammad Ali Haswandy menambahkan, jika pihaknya telah berkomitmen untuk ikut andil dalam proses membuat terampil masyarakat Sultra melalui pelatihan-pelatihan dengan menggandeng BLK Kendari, termasuk pemagangan dan bantuan modal bagi alumni pelatihan.

“Tahun ini program itu sudah jalan, hanya saja paketnya masih terbatas. Insya Allah kedepan, setiap pelatihan yang dilakukan BLK Kendari kita tambah dengan menggunakan anggaran dari APBD Sultra,” sebutnya.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat khususnya generasi muda untuk bersiap menghadapi bonus demografi dengan menyiapkan keterampilan dan ilmu pengetahuan yang kompeten sehingga tidak menjadi penonton di negeri sendiri.

“Bonus demografi ini ibarat mata uang yang memiliki dua sisi, jika kita memiliki keterampilan dan ilmu pengetahuan yang mempuni sesuai kebutuhan pasar kerja maka kita bisa bersaing merebut peluang-peluang kerja yang ada, dan jika tidak maka kita akan menjadi penonton yang tidak dapat berbuat apa-apa” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BLK Kendari Dr La Ode Haji Polondu berharap kepada seluruh peserta pelatihan baik yang saat ini mengikuti pelatihan MTU di tiga daerah berbeda maupun yang saat ini mengikuti pelatihan di BLK Kendari agar sungguh-sungguh dalam mengikuti semua proses pelatihan.

“Minimal, dengan keterampilan yang dimiliki mampu menolong diri sendiri, keluarga, bahkan bisa berdampak luas bagi masyarakat,” jelasnya.

Menunjang hal itu, masih kata dia, ada beberapa hal yang mesti dikuasai para peserta pelatihan yaitu kecerdasan intelektual meliputi Ilmu pengetahuan dan ketrampilan, kecerdasan spiritual terkait dengan berusaha keras yang selalu disertai dengan do’a dan berserah diri kepada Sang Pencipta Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan emosional terkait dengan pengendalian diri, tidak mudah marah serta tidak egois, dan kecerdasan sosial, terkait dengan pandai berkawan dan memilih kawan yang baik, bagaimana membangun harmonisasi sosial serta pandai melihat peluang diperlukan oleh masyarakat. Pasalnya, ketika para siswa mampu menguasai empat hal itu dan ditunjang dengan keterampilan serta keahliannya, InSyaa Allah berbagai masalah dalam hidup dan kehidupan kita bisa kita hadapi dan diselesaikan dengan baik.

“Berilmu namun tak berakhlak, tidak disiplin, dan tidak pula mampu membangun hubungan bermasyarakat yang baik, tentu semua akan menjadi sia-sia. Jadi, kita untuk bisa sukses harus mampu menguasai semua itu,” pungkas mantan Kepala Bagian (Kabag) Rumah Tangga Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI).(adv).