Petani padi di Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

KENDARIPOS.CO.ID– Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong pengembangan lapangan usaha Pertanian untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

“Kami mengembangkan usaha pertanian di daerah. Harapannya ini bisa menjadi percontohan dan direplikasi dengan lebih luas,” ungkap Bimo, kemarin.

Kepala BI Sultra, Bimo Epyanto mengungkapkan bahwa peningkatan produksi pertanian dapat berkontribusi terhadap pemenuhan pasokan bahan pokok masyarakat Sultra. Jika stok memadai, maka masyarakat dapat membeli bahan pokok dengan harga terjangkau. 

“BI Sultra mengembangkan padi organik di Kolaka Timur, Buton Utara, dan Kota Kendari bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat,” imbuhnya.

Ia menjelaskan bahwa daerah Sultra memiliki potensi yang sangat besar di sektor pertanian. Sultra menjadi daerah dengan luas tertinggi ketiga. Sayangnya, secara produktivitas masih kurang sehingga perlu dioptimalkan dengan peralatan khususnya pompa, serta peralatan pasca juga diperlukan mengingat semakin besarnya gabah yang dikirim keluar dari Sultra.

Selain padi, lanjut Bimo, perlu dilakukan pengembangan jambu mete, jagung, dan kakao menjadi komoditas perkebunan unggulan karena memiliki potensi dan prospek yang begitu besar. Komoditas kakao khususnya, saat ini masih memiliki produktivitas yang rendah. 

“Untuk pengembangan kakao harus ada peremajaan kembali karena produksinya semakin menurun. Perlu dilakukan pergantian jenis tanaman dengan tetap mendorong upaya klasterisasi,” terangnya. 

Kata Bimo, sejalan dengan potensi pertanian, perikanan juga memiliki daya dukung ekosistem yang besar, namun pemanfaatannya masih relatif rendah. Tantangan yang terbesar dari faktor produksi adalah daya dukung kapal yang didominasi oleh GT>30 sehingga eksplorasi wilayah belum optimal. 

“BI mendorong hilirisasi pada usaha pertanian sehingga dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar terhadap perekonomian,” pungkasnya. (uli/b)