ELYN IPO/KENDARI POS
MULAI UJIAN : Bupati Buton, La Bakry (depan) memantau langsung jalannya SKD CPNS di gedung Wakaaka, Pasarwajo. Ia didampingi Wakilnya, Iis Elianti dan Kepala BKPSDM, Awaluddin.

KENDARIPOS.CO.ID– Seleksi kompetensi dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) non guru tingkat Kabupaten Buton tahun 2021, resmi berlangsung sejak Selasa (14/9) lalu.

Bupati Buton, La Bakry bersama Wakilnya, Iis Elianti, berharap hasil ujian para peserta bisa maksimal dan semua formasi terisi. “Harapannya yang lulus itulah terbaik. Semua formasi kita ada 1000 lebih bisa terisi. Karena pendaftarnya juga cukup banyak,” kata Bupati Buton, La Bakry, kemarin.

Pada seleksi tahun 2019 lalu, kuota CPNS Buton memang tidak terisi penuh. Kurang lebih ada 20 dari 211 formasi lowong karena pelamarnya tidak memenuhi syarat SKD. “Mudah-mudahan berjalan lancar. Jaringan terus terkoneksi, listrik juga bagus. Tetap tenang menghadapi soal, sehingga bisa dijawab dengan benar,” pesannya.

Dia mengingatkan, seleksi CPNS saat ini dilakukan transparan. Nilai langsung keluar, sehingga peserta tak punya alasan logis untuk percaya calo. “Seleksi ujian ini berbasis komputer. Nilai akhir peserta bisa langsung dilihat saat ujian selesai. Jadi tidak ada intervensi dari pihak manapun. Ini murni hasil dari kemampuan kalian dalam menjawab soal ujian,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional IV Makassar, Abdul Salam Gassing, menyampaikan, pelaksanaan ujian SKD berdasarkan peraturan BKN nomor 2 tahun 2021, berbasis CAT. Kali ini ada fitur baru untuk memastikan peserta yang mengikuti ujian adalah pendaftar CPNS sesungguhnya.

“Ada update fitur baru berupa face recognition untuk menganalisa wajah peserta yang harus sesuai foto dalam kartu registrasi ketika login ke sistem CAT,” katanya. Di tempat yang sama, Kepala BKPSDM Buton, Awaluddin mengatakan, pelaksanaan tes SKD akan berlangsung selama 10 hari sejak tanggal 14 sampai 23 September mendatang. “Pergerakan nilai yang diperoleh peserta juga bisa disaksikan melalui live streaming di channel youtube UPT BKN Kendari,” ungkap Awaluddin. (b/lyn)