ELYN IPO/KENDARI POS
PROYEKSI BELANJA : Bupati Buton, La Bakry (kiri) saat menyerahkan draf APBDP pada Ketua DPRD, Hariasi Salad untuk kemudian dibahas bersama.

KENDARIPOS.CO.ID– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton sudah menuntaskan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBDP) tahun 2021. Senin (20/9) sore kemarin, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton menggelar rapat paripurna penyampaian nota keuangan APBD Perubahan dimaksud. Dalam pidato resminya, Bupati Buton, La Bakry, menyebut APBD Perubahan dilakukan demi penyesuaian dinamika pembangunan yang terjadi selama setahun berjalan. Pendapatan maupun belanja daerah menjadi acuan pengambilan kebijakan pembangunan daerah.

Pemasukan berasal dari pendapatan asli daerah (PAD) dan dana transfer pusat. La Bakry menyebut terjadi perubahan signifikan dalam postur pendapatan tahun ini. PAD awalnya diproyeksikan Rp 27 miliar meningkat 10 persen lebih menjadi Rp 29 miliar. Sedangkan pendapatan transfer mengalami penurunan, target APBD murni sebesar Rp 771 miliar kini menjadi Rp 756 miliar.

Sehingga dengan terkoreksinya kedua sumber pendapatan itu, maka APBD Buton mengalami perubahan dari sisi pendapatan daerah yang semula diproyeksi Rp 824 miliar, tersisa Rp 812 miliar. “Kita bersyukur PAD meningkat Rp 2,5 miliar, tetapi dana transfer berkurang Rp 14 miliar. Makanya secara keseluruhan pendapatan kita menurun 12 miliar,” rinci La Bakry, kemarin. Saat pendapatan menurun, Pemkab Buton justru memproyeksikan anggaran belanja bertambah, sekitar Rp 56,5 miliar. Pada APBD Murni anggaran belanja dipatok Rp 962,3 miliar. Dalam nota APBD Perubahan, eksekutif memasang target belanja hingga Rp 1 triliun lebih.

Meski terjadi selisih jauh antara pendapatan dan belanja, La Bakry tetap optimis bisa membiayai seluruh program yang akan dibahas bersama dewan nanti. Caranya, dengan memanfaatkan dana Silpa tahun sebelumnya, ditambah dengan pinjaman daerah. “Insya Allah anggaran itu akan dipakai untuk program mendesak yang belum masuk APBD induk. Termasuk juga untuk penanganan Covid,” terangnya. (b/lyn)