KENDARIPOS.CO.ID — Total rencana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Kolaka Utara tahun 2021 setelah perubahan, terjadi selisih antara pendapatan dengan rencana belanja. Jumlahnya mencapai Rp 27,9 miliar. Kondisi tersebut mengakibatkan defisit keuangan daerah. Pemerintah berupaya untuk menutupi selisih antara penerimaan dan pengeluaran APBD-P 2021 dan diharapkan bisa berimbang.

Wakil Bupati Kolut, H. Abbas usai penetapan APBD-P 2021 di aula Kantor DPRD Kolut yang hanya dihadiri 17 anggota dewan dari 25 orang mengaku, pendapatan daerah mengalami penurunan Rp 4,9 miliar lebih dari total Rp 936,4 miliar yang diproyeksi. “Menurun 0,52 persen,” kata Abbas, Selasa (28/9).

Wakil Bupati Kolut, H. Abbas (kiri) dalam penetapan APBD-P 2021 di DPRD, kemarin

Untuk pendapatan asli daerah (PAD) juga , disampaikan masih meningkat Rp 4,8 miliar sebelum perubahan dari target Rp 52,9 miliar. Sedangkan terkait pendapatan dari transfer terjadi pengurangan sebesar Rp 9,6 miliar. Sementara itu untuk belanja daerah yang disepakati Rp 959,4 miliar berkurang Rp 14,7 miliar dari rencana sebelum perubahan. Belanja operasi dikurangi Rp 27,9 miliar namun belanja modal bertambah Rp 8,6 miliar. Demikian juga belanja tak terduga bertambah Rp 4,5 miliar. Hanya belanja transfer yang tetap sama dari yang sebelumnya, yakni Rp 178,8 miliar.

“Walaupun pendapatan dan belanja berkurang, namun kami tetap optimis dan berkomitmen melakukan program kerja,” kata H. Abbas. Rencana Pemkab Kolut, sumber dana dari refocusing sebesar delapan persen atau Rp 36,3 miliar dan rencana tambahan penerimaan DBH pajak Pemprov Rp 5,3 miliar akan menjadi pemasukan untuk menyimbangkan keuangan daerah. Penerimaan hasil lelang kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp 600 juta juga menjadi proyeksi pemasukan lain. “Kami optimislah,” pungkas Kolut-2 tersebut. (b/rus)