KENDARIPOS.CO.ID — Setelah sempat tertunda akibat pandemi, pembangunan jalan lingkar luar atau outer ringroad kembali dikebut. Tahun ini, Pemkot Kendari menggandeng Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN). Kehadiran outer ringroad sangat penting dalam menopang pengembangan kawasan strategis di Kota Lulo.

Pasca ditangani BPJN, pembangunan outer ringroad terbagi menjadi dua segmen. Segmen I berada di sekitar pertigaan nanga-nanga menuju kawasan Kebun Raya Kendari. Sedangkan segmen II pekerjaan dimulai dari Jalan Poros Nanga-nanga hingga keperempatan Jalan Brigjen Katamso (Asrama Brimob). Secara keseluruhan progesnya sudah mencapai 45 persen.

Pembangunan jalan lingkar luar atau outer ringroad kembali dilanjutkan. Tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sekira Rp 40,6 miliar.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir menyambut baik progresnya. Ia berharap BPJN bisa segera menuntaskan proyeknya sehingga bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Outer ringroad bakal menjadi kebutuhan Kota Kendari secara khusus untuk sekian puluh tahun yang akan datang.

“Membangun kota itu harus melihat perkembangan dan daya tahan untuk 50 hingga 100 tahun ke depan. Tak bisa hanya dilakukan untuk bersifat kondisional semata, karena pembangunan kota harus matang secara strategi,” kata Sulkarnain Kadir.

Jalan lingkar luar kata dia, akan memecah arus lalu lintas dalam kota agar tidak terjadi kemacetan seiring perkembangan Kendari yang semakin pesat. “Ini merupakan torobosan pemerintah untuk mengantisipasi kemacetan dalam kota di waktu mendatang,” kata Sulkarnain.

Di sisi lain, Outer ringroad akan memperpendek jarak tempuh dan ta memisahkan kendaraan bertonase besar sehingga tidak masuk ke dalam kota. “Jalur ini juga akan menghubungkan Kendari dengan beberapa kabupaten tetangga seperti Konawe dan Konawe Selatan. Jalur ini akan melewati kawasan terminal tipe A yang sedang dibangun oleh Pemkot,” jelasnya.

Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sultra ini menambahkan, pembangunan jalur lingkar luar saat ini adalah sebagai akses utama menuju Pelabuhan Bungkutoko. Semua kendaraan berasal dari luar Kota Kendari menuju Pelabuhan Bungkutoko harus melalui jalur tersebut.

“Kami tidak akan benarkan ada kendaraan luar Kendari tujuan pelabuhan memasuki jalur dalam kota, tetapi harus melalui jalur lingkar luar. Ini kita lakukan sebagai solusi memecah kemacetan dikemudian hari,” kata Sulkarnain Kadir.

Terpisah, PPK Satker PJN Wilayah II Sultra, Lumbarddin mengungkapkan, pada segmen I atau pembangunan yang dimulai dari pertigaan nanga-nanga menuju Kebun Raya Kendari dengan total panjang sekira 1,5 km. “Pada segmen ini sudah teraspal sekitar 1,2 km,” ungkapnya.

Untuk segmen II, pekerjaan dimulai dari Jalan Poros Nanga-nanga hingga perempatan Jalan Brigjen Katamso (Asrama Brimob). Panjangnya mencapai 12,95 km. Adapun yang sudah tersaspal sudah mencapai 800 meter. “Jika dilihat dari tahun anggaran progresnya sudah 45 persen. Kalau terhadap kontrak progresnya 28 persen. Proyek inikan sistemnya multiyears,” kata Lumbarddin.

Lumbarddin tak menampik jika dalam pengerjaannya terdapat beberapa kendala. Seperti adanya pemotongan anggaran pembangunan akibat Covid-19. Awalnya, 51 miliar namun dipotong sebesar Rp 10,4 miliar menjadi Rp 40,6 miliar. Hal tersebut berdampak terhadap pembangunan fisik jalan yang sebelumnya direncanalan dua jalur, kini hanya mampu dikerjakan satu jalur saja.

Kondisi cuaca yang kurang berhasabat juga menjadi kendala yang harus dihadapi pekerja di lapangan. Curah hujan yang terjadi dalam kurun waktu cukup lama membuat pengerjaan jalur lingkar sedikit terhambat. “Tapi tetap upayakan pembangunannya bisa selesai tahun ini. Kami optimis bisa selesai tepat waktu karena dari sisi sumber daya cukup memadai. Mulai dari bahan hingga alat yang kami gunakan. Semua siap,” kata Lumbarddin. (b/ags)

Outer Ringroad 2021
-Anggaran Rp 40,6 Miliar (Dipotong Rp 10,4 Miliar)
-Dibagi menjadi Dua Segmen
-Segmen I Teraspal 1,2 Km dan II Teraspal 800 Meter
-Progres 45 Persen

Estimasi Proyek Panjang Anggaran
Jembatan Kuning-Tobimeita 3,6 Km Rp 58 Miliar
Jalan Batas Kota-Tabanggele 2,9 Km Rp 74 Miliar
Jalan Simpang Tiga (P2ID) 5,5 Km Rp 90 Miliar
Tobi Meita – Jalan Haluoleo 5,6 Km Rp 90 Miliar
Jalan Bungkutoko-KNP 1,3 Km Rp 60 Miliar
Jalan Akses KNP -Nambo 1,4 Km Rp 50 Miliar

Sumber : BPJN Sultra dan Dinas PUPR Kendari
Data Diolah Kendari Pos