–Tekad Bupati Konawe Kery S.Konggoasa Melawan Covid-19

KENDARIPOS.CO.ID — Herd immunity (kekebalan kelompok) menjadi taktik ampuh dalam menangkal penularan Covid-19. Herd immunity dapat terbentuk dengan cara mengikuti program vaksinasi sebagaimana anjuran pemerintah. Menyadari hal itu, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa bertekad melawan penyebaran Covid-19 di wilayahnya.

Bukan hanya sekadar bertekad, Bupati Kery pun mengakselerasi vaksinasi Covid-19 sehingga warga di otoritanya terlindungi dari serangan wabah dan demi tercapainya herd immunity. Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa mengatakan, dari sisi penanganan, pemerintah kabupaten (pemkab) bakal terus mempercepat capaian vaksinasi di wilayah setempat. Misalnya pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro, vaksinasi ke masyarakat tidak dihentikan malah terus digenjot sesuai target vaksinasi yang diharapkan.

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa (depan) bertekad membebaskan Kabupaten Konawe dari “belenggu” pandemi Covid-19. Akselerasi vaksinasi digencarkan Bupati Kery demi terciptanya herd immunity (kekebalan kelompok) dalam menangkal penularan Covid-19.

Mantan Ketua DPRD Konawe itu menyebut, saat ini tercatat 45 ribu warga di otoritanya sudah mengikuti proses suntik vaksin oleh tenaga kesehatan (nakes). “Nilainya cukup besar kalau kita bandingkan dengan jumlah penduduk kita yang hampir 280 ribu jiwa. Persentase kira-kira 30 persen,” ujar Kery Saiful Konggoasa kepada Kendari Pos, kemarin.

Bupati Konawe dua periode itu menerangkan, pemkab pun saat ini bakal menyasar segmen anak dan remaja untuk mengikuti program vaksinasi. Hal itu dilakukan dengan menggelar kegiatan vaksinasi di sekolah-sekolah bekerjasama dengan pihak TNI/Polri. Sebagai langkah awal, vaksinasi pelajar tersebut telah dilakukan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ikhlas Lambuya. “Kita harapkan area vaksinasi semakin luas. Dengan demikian, lebih banyak lagi masyarakat Konawe yang bisa divaksin,” harap Kery Saiful Konggoasa.

Tak hanya sekadar mengeluarkan imbauan vaksinasi, Bupati Kery pun memberi teladan dengan bersedia menjadi akseptor vaksinasi. Bupati Konawe dua periode itu menjalani vaksinas tahap pertama di kediaman pribadinya di Kecamatan Pondidaha, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Konawe, Ferdinand Sapan menuturkan, terdapat beberapa kendala yang sering dihadapi pemkab dalam menggenjot capaian vaksinasi. Selain keterbatasan tenaga medis, hal lain yang cukup berpengaruh yakni ketersediaan vaksin Covid-19 serta jadwal vaksinasi yang tidak bisa dipaksakan. Namun sesuai proyeksi pemkab, vaksinasi bakal terus dikebut hingga mencapai 60-70 persen angka partisipasi masyarakat.

“Bayangkan kalau satu hari bisa sampai 600 orang yang divaksin. Nakes kita kan orangnya itu-itu saja, jadi mereka juga pasti capek dan perlu istirahat. Tapi sesuai anjuran pemerintah, kita optimistis memenuhi target tersebut,” yakin Sekretaris Kabupaten (Sekab) Konawe itu.

Disinggung mengenai perpanjangan PPKM Mikro, lanjut Ferdinand Sapan, hal itu tidak perlu dirisaukan sebab kondisi penularan Covid-19 di Konawe sudah menunjukkan tren penurunan. Yang pemkab ingin dorong saat ini, katanya, yakni pemulihan aktivitas berlandaskan kepercayaan masyarakat pasca mengikuti program vaksinasi.

“Jadi berkumpul dengan keluarga, melaksanakan aktivitas sosial dan keagamaan secara bersama, tidak ada lagi keraguan. Akan tetapi standar protokol kesehatan (prokes) Covid-19 harus tetap jalan. Tidak ada keraguan lagi karena imunitas masyarakat sudah meningkat usai divaksin,” tandasnya. (adi/b)