KENDARIPOS.CO.ID — Duet Ali Mazi-Lukman Abunawas berupaya meningkatkan taraf hidup guru SMA dan sederajar berstatus honorer. Tahun 2022 mendatang, guru non PNS akan diberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Asrun Lio mengatakan, niat baik gubernur dan wakil gubernur Sultra segera direalisasilan. Salah satu langkah yang ia tempuh adalah dengan menerima kunjungan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sultra, Minarti Lukman bersama rombongan membahas persoalan jaminan sosial guru non PNS, di Kantor Dikbud Sultra, Rabu (22/9). “Tentu itu sudah menjadi komitmen dan harus segera kita tindak lanjuti, ” katanya.

Kadikbud Sultra, Drs Asrun Lio MHum PhD saat menerima kunjungan Kepala Cabang BPJS Ketenaga Kerjaan Provinsi Sultra, Minarti Lukman bersama rombongan, di Kantor Dikbud Sultra, Rabu (22/9).

Kebijakan itu, kata dia, bukan saja menyasar para guru honorer tetapi juga akan menyertakan para sopir, cleaning service, termasuk sekuriti agar para pegawai non PNS di lingkup Dikbud Sultra tetap mendapatkan jaminan perlindungan sosial ketenagakerjaan.

“Pemberian jaminan ini dimulai tahun 2022. Sebab untuk tahun 2021 pembahasan anggaran telah usai, ” kata Asrun. Hal ini juga sebagai salah satu tindak lanjut Pemprov Sultra atas Instruksi Presiden RI Nomor 2 Tahun 2021, tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, serta instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Alumni S3 The Australian National University of Cambera ini menjelaskan guru non PNS yang akan diberi Jamsostek sebanyak 3.700, sesuai SK Gubernur Sultra dan 300 guru melalui SK Kepala Sekolah, serta 100 tenaga honorer di lingkup Dikbud Sultra.

Sehingga 4.100 orang yang bakal terdaftar dalam Jamsostek untuk pegawai non PNS jajaran lingkup Dikbud Sultra pada 2022 nanti. Iuran kepesertaan bukan melalui pemotongan gaji, namun melalui APBD Provinsi Sultra tahun 2022. Sehingga gaji bulanan mereka tetap utuh untuk membantu pemenuhan kebutuhan hidup.

Ia berharap kebijakan ini dapat menunjang peningkatan kesejahteraan guru non PNS dan kependidikan di Sultra. “Selain itu, mampu meningkatkan semangat untuk terus berdedikasi dalam mencetak generasi penerus bangsa yang gemilang. Tentunya, demi menuju Sultra Cerdas dan terwujudnya kualitas pendidikan yang diharapkan selam ini,” pungkasnya. (rah/b)