26 September, SKD CPNS dan PPPK Non Guru

DOK.HADRIAN INDRA MAPA/KENDARI POS
UJIAN DIMULAI : 954 pelamar CPNS dan PPPK non guru akan mengikuti SKD mulai 26 September mendatang. BKPSDM Butur menggelar ujian secara mandiri. Tampak para peserta tes CPNS pada perekrutan sebelumnya.

KENDARIPOS.CO.ID– Badan Kepegawaian Negara (BKN) akhirnya mengumumkan jadwal pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2021. Di Buton Utara (Butur), ada sebanyak 954 peserta telah dinyatakan lolos seleksi administrasi dan diminta memersiapkan diri mengikuti seleksi berbasis computer assisted test (CAT) pada 26 September mendatang.

Kepala Bidang Mutasi, Pengadaan dan Kedudukan Hukum pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Butur, La Ode Sajali, mengungkapkan, pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) berlangsung selama tiga hari dan dibagi empat sesi serta pada hari terakhir sebanyak dua sesi. Pelaksanaan seleksi mandiri itu akan dihelat di Gedung CAT BKPSDM Butur.

“Pelaksanaan SKD CPNS dan PPPK non guru mulai tanggal 26 sampai 28 September. Sebanyak 100 unit komputer telah disediakan untuk menyukseskan pelaksanaan seleksi berbasis CAT tersebut,” ujar La Ode Sajali, Kamis (2/9). Ia menambahkan, jumlah butir soal dan waktu SKD tahun ini bertambah. Untuk tes wawasan kebangsaan (TWK) ada 30 butir soal, tes intelegensia umum (TIU) 35 butir soal, dan tes karakteristik pribadi (TKP) 45 butir soal. Peserta yang mengikuti SKD menjawab total 110 butir soal dalam waktu 100 menit.

“Passing grade CPNS tahun 2021 skor TIU minimal 80, nilai TWK 65 dan TKP 166,” terangnya. Mantan Bendahara BKPSDM Butur itu menambahkan, sesuai rekomendasi Ketua Satgas Covid-19, pelaksanaan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara akan berlangsung dengan protokol kesehatan ketat, melakukan swab test RT PCR kurun waktu maksimal 2×24 jam atau rapid test antigen maksimal 1×24 jam. Juga menggunakan masker tiga lapis dan ditambah masker kain pada bagian luar, menjaga jarak minimal satu meter, cuci tangan dengan sabun/hand sanitizer. “Ruang kegiatan maksimal diisi 30 persen dari kapasitas normal tempat pelaksanaan seleksi,” papar Sajali.

Kemudian, peserta seleksi CASN wajib mengisi formulir Deklarasi Sehat yang terdapat pada website sscasn.bkn.go.id dalam kurun waktu 14 hari sebelum mengikuti ujian dan paling lambat pada H-1. Formulir yang telah diisi wajib dibawa pada saat pelaksanaan seleksi dan ditunjukkan pada petugas sebelum dilakukan pemberian PIN registrasi. “Bagi peserta seleksi yang terkonfirmasi positif Covid-19 tetap dapat mengikuti seleksi dan dijadwal kembali pada akhir ujian di lokasi yang sama,” tandas Sajali. (b/had)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *