KENDARIPOS.CO.ID — Dewa Made Ratmawan, namanya. Ia lahir di Tabanan, 4 November 1981. Semasa kecil, Dewa-sapaan akrab Made Ratmawan hidup dengan kondisi ekonomi keluarga yang sulit. Namun ia tak mengeluh, malah termotivasi untuk membangkitkan ekonomi keluarga.

Dewa Made Ratmawan bersama istri

Dewa bekerja keras, bertekad mengubah masa depan menjadi lebih cerah. Kini ia dipercaya Bupati Kolaka Timur (Koltim), Hj. Andi Merya Nur menjabat kursi Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Koltim. Semasa kecil, Dewa melalui hari-hari yang sulit. Kadang ia ikut membantu orang tuanya bertani untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sejak bocah, ia sudah bertekad menjadi abdi negara. Mimpi itu terus ia kejar, dengan terus belajar dan mengenyam pendidikan formal. Bagi dia, pendidikan dapat mengubah masa depan. Keinginan Dewa menjadi pegawai negeri sipil (PNS) karena terinspirasi dari kebanyakan orang yang punya kantor dan mengenakan seragam dinas yang rapi. “Mungkinkah saya bisa seperti orang kantoran yang setiap hari berbaju dinas dan membantu orang-orang berurusan. Juga bisa membangun daerah seperti orang sukses,” kata Dewa Made Ratmawan, mengulang masa lalunya.

Dewa melalui jalan berliku hingga akhirnya mimpinya terwujud. Mimpi yang ia langitkan, ia kejar dengan penuh semangat dan komitmen yang kuat. Mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai perguruan tinggi ia selalu belajar keras dan disiplin. Apalagi, orang tuanya berharap ia bisa menjadi orang sukses dan bermanfaat bagi orang lain. Ia menyelesaikan pendidikan dasar di Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur. Kala memasuki jenjang sekolah menengah, ia meninggalkan kampung halamannya, Ladongi untuk mengenyam pendidikan di STM Negeri Kendari.

Dewa memperdalam pengetahuan teknik gambar dengan melanjutkan pendidikan D-III Arsitektur di Universitas Halu Oleo Kendari dan diwisuda tahun 2003. Ketika tahun 2007, ia menyandang gelar sarjana teknik sipil di Institut Sepuluh November Surabaya. Meski begitu, ia masih merasa butuh asupan pengetahuan dan memilih program magsiter Manajemen Rekayasa Konsentrasi Teknik Sipil Transportasi tahun 2020. “Saya utamakan pendidikan, supaya hidup kita lebih baik lagi. Pendidikan merupakan prioritas saya dengan harapan kehidupan bisa lebih baik. Dengan pendidikan kita bisa meraih mimpi dan cita-cita serta membanggakan orang tua. Kita juga dapat berguna bagi orang lain serta membantu orang lain. Prinsip hidup saya adalah komitmen dan kepercayaan harus dipegang teguh,” tuturnya. (kus/adv).

Berkebun di Hari Libur

Dewa melalui hari-hari yang berwarna di luar jam kantor. Setiap hari libur, suami Desak Putu Julita ini memilih berkebun. Ia tak mau menghilangkan profesi petani, meski sudah berada pada level keadaan ekonomi yang membaik. “Petani tetap petani. Apalagi saya sebagai anak petani tetap saya jaga dan lestarikan profesi mulia itu. Memang saya terlahir anak petani tetapi saya tidak boleh kalah dengan orang hebat di luar sana. Anak petani bisa bangkit memberikan yang terbaik baik bagi daerah serta nusa dan bangsa,” ungkapnya.

Kabag ULP Pemkab, Dewa Made Ratmawan saat pergi ke kebun

Katanya, Tuhan bersama orang-orang yang berbuat baik terhadap sesama. Ketika baik, maka yang baik pula akan didapatkan. Prinsip Dewa adalah tekun dan tidak ada istilah kata menyerah. Walau terlahir dengan keluarga sederhana, ia memiliki keinginan untuk tetap melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Sebab, bagi Dewa hanya dengan pendidikan dan ilmu pengetahuan, yang dapat mengubah hidup ini menjadi lebih baik. (adv/kus)