ELYN IPO/KENDARI POS
DUKUNG TNI : Bupati Buton, La Bakry (ketiga dari kiri) bersama Dandim 1413, Letkol (Arm) Muhammad Faozan ketika berkunjung di Desa Gunung Jaya untuk mendengar langsung kesediaan warga menghibahkan lahannya untuk kepentingan pasukan TNI AD.

KENDARIPOS.CO.ID– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton bersama masyarakat menyambut baik rencana pembangunan markas sekaligus kawasan gelar pasukan TNI di wilayahnya. Lebih dari 100 hektare lahan siap dihibahkan untuk keperluan pasukan pertanahan negara itu.

Setelah di Kecamatan Wabula dan Pasarwajo, sebuah lokasi baru di Siontapina juga sudah direlakan masyarakat sebagai zona gelar pasukan. Rabu (22/9) pagi kemarin, Bupati Buton, La Bakry bersama Dandim 1413, Letkol (Arm) Muhammad Faozan, berkunjung ke Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siontapina. Kedua pejabat negara itu hadir untuk mendengar langsung kesediaan warga menghibahkan lahannya untuk kepentingan pasukan TNI AD.

Bupati Buton mengatakan setelah mendapat dukungan dari masyarakat Gunung Jaya, maka total lahan yang siap dihibahkan untuk kepentingan TNI yakni 106 hektare. Itu tersebar di kecamatan Pasarwajo, Wabula dan Siontapina. “Setelah tatap muka dengan masyarakat, sudah disepakati dihibahkan. Segera disertifikatkan secara keseluruhan kemudian kita hibahkan,” kata La Bakry.

Ia menyebut, TNI berencana membangun markas utama, detasemen militer, rumah sakit dan lokasi gelar pasukan di Buton. Sehingga itu membutuhkan lokasi yang cukup luas dan Pemkab sudah menyanggupinya.

“Kita berharap, setelah lahan siap, Kementerian Pertahanan sudah bisa langsung membangun infrastruktur itu,” terangnya. Dandim 1413 Buton, Letkol (Arm) Muhammad Faozan, mengaku terharu dan bangga melihat respon positif yang diberikan masyarakat dan Pemkab Buton. Diakuinya, masalah lahan kerap manjadi penghalang untuk pembangunan kawasan latihan atau gelar pasukan.

“Karena poin pokok adalah lahan, maka dengan adanya hibah ini, artinya sudah layak. Ke depan masing-masing daerah harus ada Kodim, makanya Buton juga seperti itu. Bisa juga di sini disiapkan untuk Batalyon, tapi ini baru gagasan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gunung Jaya, La Rusli, menyampaikan, sebuah kesyukuran jika wilayahnya dipilih menjadi kawasan tempat berlatihnya pasukan TNI. Karena itu, masyarakat sepakat menyerahkan lahan mereka secara sukarela. “Lokasi yang dihibahkan ke TNI AD kurang lebih 50 hektare. Tanah kas desa 40 hektare dan sekitar 10 hektar dari tanah masyarakat yang sudah bersertifikat,” katanya. (b/lyn)