KENDARIPOS.CO.ID — 10.475 sertifikat tanah milik warga pada tujuh kabupaten di Sultra telah diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Dokumen kepemilikan lahan itu disalurkan secara serentak oleh Presiden Joko Widodo secara virtual, kemarin.

Gubernur Sultra Ali Mazi mengikuti seremoni penyerahan sertifikat tanah, secara virtual di Aula Merah Putih, Rumah Jabatan Gubernur Sultra.Turut hadir, Kapolda Sultra Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya, Komandan Korem 143 Halu Oleo Brigjen TNI Jannie Aldrin Siahaan, Sekretaris Provinsi Sultra Nur Endang Abbas, dan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Sultra Iljas Tedjo.

Gubernur Sultra Ali Mazi (tiga dari kiri), Kapolda Sultra Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya (dua kiri), Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Sultra Iljas Tedjo (kanan) saat mengikuti penyerahan sertifikat tanah serentak oleh Presiden Joko Widodo secara virtual, kemarin (22/9) di Aula Merah Putih Rujab Gubernur.

Penyerahan sertipikat di Sultra menyasar tujuh Kabupaten yakni Muna, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Kolaka Timur, Konawe, Kolaka, dan Muna Barat. Januari 2021 lalu, Sultra kebagian 22.072 sertifikat bidang tanah yang tersebar di 17 kabupaten/kota.

Kesempatan itu, Ali Mazi mengapresiasei jajaran BPN provinsi maupun kabupaten/kota atas kerja keras dan dedikasi mereka dalam penerbitan sertifikat tanah. “Kita mengharapkan dengan adanya penerbitan sertifikat hak atas tanah bagi masyarakat, akan dapat meminimalisir adanya sengketa dan konflik tanah,” kata Ketua DPW NasDem Sultra itu.

Selain itu, kata dia, sertifikat tanah memberikan kepastian hukum dalam kepemilikan. Juga dapat pula dijadikan sebagai agunan untuk memperoleh modal usaha dalam mendukung masyarakat meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

“Sertifikat ini tentu dapat menjadi penambah energi positif yang baru, memberi semangat, motivasi, dan harapan baru bagi masyarakat Sultra untuk memperbaiki kualitas kesejahteraan hidup di tahun 2021 dan tahun-tahun yang akan datang, ” harapnya.

Ali Mazi mendukung program pemerintah pusat yang ada di Sultra, sehingga dapat menjadi bagian penting yang memberi kontribusi positif bagi keberhasilan pembangunan nasional. (rah/b)