TPP Batal Dipotong Tiga Bulan

KENDARIPOS.CO.ID– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Utara (Butur) telah melakukan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 38 miliar. Untuk memenuhi alokasi anggaran dalam memutus mata rantai penyebaran virus mematikan itu, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sempat mewacanakan memotong tambahan penghasilan pegawai (TPP) selama tiga bulan.

Teranyar, Badan Keuangan Daerah (BKD) Butur memastikan, pembayaran TPP Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2021 tak jadi dikurangi dan tetap akan dibayar penuh.”Memang sempat diwacanakan ada pemotongan TPP selama tiga bulan. Pada saat rapat pembahasan, pagu anggaran mana saja yang digeser untuk anggaran Covid-19.

Salah satunya ada opsi duit TPP ASN selama tiga bulan digeser. Namun saat ini TAPD memastikan, pemberian TPP tetap dibayar full 12 bulan di tengah defisit anggaran. Olehnya itu, abdi negara terus diimbau totalitas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” ujar Kepala BKD Butur, Tasir saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/8).

Ia mengungkapkan, sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 59/2017 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah, tambahan penghasilan pegawai diberikan dalam rangka peningkatan kesejahteraan pegawai berdasarkan beban kerja, tempat bertugas, kondisi kerja, kelangkaan profesi, prestasi kerja dan atau pertimbangan objektif lainnya. “Tak ada alasan ASN untuk malas bekerja. Diera kepemimpinan Bupati Abu Hasan, pegawai sudah mendapatkan tambahan penghasilan ini,” tegas Tasir.

Mantan Kepala DPMD Butur itu mengungkapkan, tambahan penghasilan dihitung berdasarkan beban kerja diberikan kepada pegawai yang dinilai melampaui beban kerja normal, berdasarkan tempat tugas di daerah memiliki tingkat kesulitan tinggi atau daerah terpencil, kondisi dan lingkungan kerja yang memiliki risiko tinggi.

“Jumlah ASN di Butur kurang lebih 2.000 orang dan terus mendapat perhatian untuk peningkatan kesejahteraannya. Kriteria tambahan penghasilan ditetapkan dengan peraturan kepala daerah. Besarannya berbeda tergantung eselon dan beban kerja,” tandas Tasir. (b/had)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *