KENDARIPOS.CO.ID — Sebanyak 42 atlet dayung Sultra yang akan berlaga dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua pada Oktober mendatang tengah menjalani pemusatan latihan (Training/TC). Ada yang latihan di Kendari, ada juga yang di Jawa Barat (Jabar). Sayangnya, latihan atlet persiapan PON kali ini sedikit terganggu. Hak mereka terabaikan. Uang saku selama menjalani latihan belum sepenuhnya terbayarkan alias macet.

Kondisi itu diungkapkan Julianti, salah satu atlet dayung Sultra yang tengah menjalani TC di Danau Cipulle, Jabar. Ia menyebut uang saku yang dijanjikan setiap bulannya baru terbayar separuhnya. Sesuai komitmen, kata Juli, pembayaran uang saku (honor) dibayarkan setiap bulan sekira Rp2 juta. Tetapi sejak bulan April latihan, baru tiga bulan uang saku diterima. Itupun dirapel.

Uang saku itu di luar uang transportasi yang dijanjikan. Setiap bulan biaya transportasi atlet dijatah Rp1 juta. Namun hingga saat ini baru dibayarkan dua bulan saja (April-Mei). Itupun nominalnya berkurang Rp200 ribu. “Uang transport Rp1 juta perbulan, tapi pas terima dua bulan itu dipotong Rp100 ribu per bulan, jadi dua bulan dipotong Rp200 ribu,” kata Juli saat dihubungi Kendari Pos, Selasa (24/8) kemarin.

Julianti, atlet cabor dayung Sultra sedang mengikuti pemusatan latihan di Jawa Barat dalam rangka menghadapi PON Papua, Oktober mendatang. Julianti bersama rekan-rekannya harus urunan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Akibat keterlambatan pembayaran uang saku membuat Juli dan kawan-kawan terpaksa urunan memenuhi kebutuhan sehari-hari selama latihan di Jawa Barat. Ia berharap Pemprov dan KONI Sultra peduli terhadap kondisi atlet yang sedang menjalani TC di Kendari dan Jabar. Termasuk menyiapkan sarana olahraga yang sudah dijanjikan untuk digunakan selama latihan. “Sampai saat ini belum ada perahu latihan. Kalau tidak salah awal tahun dijanjikan akan dibelikan sebagai persiapan PON. Tapi kabarnya tidak jadi lagi,” kata Julianti.

Sementara itu, pelatih dayung Sultra di Jabar, Hadris mengaku tidak mau berkomentar banyak soal macetnya honor atletnya. Yang jelas, dia tahu seluruh atlet mengeluhkan biaya hidup atau honor yang sudah dijanjikan. Ia terpaksa menenangkan para atlet agar tetap tenang dan fokus latihan. Ia yakin pemerintah segera membayarkan uang saku atlet.

“Semoga nanti pemerintah bisa menyelesaikan masalah ini agar tidak mempengaruhi mental atlet saat bertanding. Mereka adalah atlet terbaik kita. Saya yakin kita bisa mendulang emas medali di PON Papua nanti. Saya percaya pemerintah juga saat ini tengah berusaha memenuhi kebutuhan atlet,” kata Hadris saat diwawancara via telepon.

Curhatan atlet dayung Sultra sampai di pengurus KONI Sultra. Biaya pribadi yang mereka keluarkan selama Pelatda di Jabar bakal diganti oleh KONI Sultra. Hal itu diungkapkan Sekretaris KONI Sultra, Tahir Lakimi, Selasa (24/8) kemarin.

Tahir mengatakan, empat atlet dan satu pelatih yang menggunakan biaya pribadi dalam pemusatan latihan di Jabar sudah masuk ke KONI. Segala biaya yang mereka keluarkan akan dikembalikan.
“Kami sudah terima informasinya. Intinya akan digantikan semua. Kami minta mereka mencatat dan melaporkan penggunaan anggaran yang mereka keluarkan dengan biaya pribadi,” kata Tahir Lakimi saat ditemui di Rumah Jabatan Gubernur Sultra.

Sebelumnya, kata dia, mereka sudah memasukan proposal mengikuti pelatda di Jawa Barat persiapan menghadapi PON Papua. Namun anggaran yang disiapkan tidak bisa cair karena belum ada Plt. Ketua KONI Sultra. “Saat ini, sudah ada Plt.Ketua KONI yakni La Ode Suryono. Artinya untuk pencairan anggaran sudah bisa diproses,” ujar Tahir Lakimi.

Untuk diketahui, dari 42 atlet dayung Sultra, empat diantaranya menjalani TC di Danau Cipulle Jabar. Mereka adalah Ali Buto, Ali Darwis, Aulia dan Julianti. Mereka turun di 11 nomor kelas rowing cabor dayung PON XX Papua, Oktober 2021. PODSI Sultra berhasil meloloskan 28 nomor. Rinciannya, 11 nomor Rowing, 2 nomor Slalom, 6 nomor Canoeing, dan 9 nomor kelas Dragon Boat. Adapun total atlit yang akan berlaga sebanyak 42 orang. (ags/ali/b)

Sudah Ada Plt.Ketua KONI, Pencairan Anggaran Bisa Diproses