Tangani Dua Kasus Besar Tipikor, Kejari Baubau Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu – Kendari Pos
Bau-bau

Tangani Dua Kasus Besar Tipikor, Kejari Baubau Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu


KENDARIPOS.CO.ID — Kesan hukum tajam ke bawah namun tumpul ke atas tak berlaku di Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau. Sebagai penegak hukum, lembaga yang dipimpin Jaya Putra, SH tak pandang bulu. Jika melanggar hukum, pelakunya bakal diproses meskipun melibatkan orang-orang yang berada dalam lingkaran kekuasaan.

Kajari Baubau, Jaya Putra SH (kiri) menerima penghargaan dari Wali Kota Baubau, AS Tamrin (tengah)

Dalam beberapa kasus, Kejari Baubau telah menunjukan konsistensinya. Saat ini, ada dua kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) tengah ditangani korps Adhyaksa ini. Dua kasus ini yaitu dugaan korupsi pelaksanaan pembangunan infrastruktur pasar Palabusa dan pengelolaan retribusi pasar Wameo.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Baubau, Jaya Putra SH mengatakan pelaksanaan kegiatan yang menggunakan anggaran pemerintah mendapatkan pengawasan ketat. Upaya ini tak lain untuk memastikan kebijakan penggunaan anggaran bebas dari korupsi. Termasuk menindak lanjuti setiap laporan dugaan yang mengakibatkan kerugian keuangan negara.

“Pada tahun 2021 ini, terdapat dua kasus dugaan tipikor yang sementara ditangani. Keduanya adalah kasus besar yang merupakan hasil temuan Kejari Baubau. Untuk itulah, konsetrasi penuh Kejari Baubau khususnya Tindak Pidana Khusus fokus untuk menuntaskan dua perkara itu.

Sekarang ini sudah sampai pada tahap penyidikan,” kata Jaya Putra SH saat dikonfirmasi Kendari Pos di kantornya, Rabu (21/7).

Dua perkara dugaan Tipikor ini lanjutnya, telah menjadi perhatian sejak awal tahun ini. Atas dasar itu, pihanya kemudian melakukan penyelidikan dan ditemukan beberapa alat bukti yang mengarah pada kejahatan korupsi. Dengan ditemukannya alat bukti, status perkara saat ini dinaikan ke tahap penyidikan.

“Ada kerugian negara. Sekarang ini sementara dihitung oleh BPKP. Untuk pastinya berapa (besaran kerugian negara) kita menunggu hasil resmi dari BPKP. Nanti kalau sudah ada keputusan BPKP keduanya akan kita rilis. Dua-duanya. Yang pasti kerugian negara cukup besar, diatas dari anggaran Tipikor,” terangnya.

Tidak hanya dua kasus besar dugaan korupsi ini sambungnya, belum lama ini Kejari Baubau juga telah menuntaskan satu perkara besar. Yaitu, soal pengelolaan retribusi tempat pelelangan ikan (TPI) Wameo. “Perkaranya sudah sudah inkra. Eksekusinya dilakukan di lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kendari. Hanya saja, tersangka belum membayar atau mengembalikan temuan kerugian negara sekira Rp 300 juta,” ucapnya.

Di bidang tindak pidana umum (Pidum), pihaknya tengah menangani sejumlah perkara. Saat ini, ada 107 Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP), penerimaan berkas tahap satu 110 perkara dan 106 perkara telah dieksekusi. “Perkara yang paling dominan adalah perkara pencurian dengan jumlah sebanyak 28 perkara,” ucapnya.

Dari berbagai kasus tidak pidana umum, perkara yang paling menarik perhatian adalah perkara kehutanan. Kedua perkara narkotika dan ketiga perkara pembunuhan. “Untuk tindak pidana umum yang paling besar ditangani oleh Kejari Baubau adalah perkara narkotika. Yang beratnya sekira 73,57 gram,” pungkasnya. (b/ahi)

Kasus Ditangani Kejari Baubau
Bidang Tindak Pidsus
-Pembangunan Infrastruktur Pasar Palabusa
-Pengelolaan Retribusi Pasar Wameo

Bidang Tindak Pidum
-SPDP 107 Perkara
-Penerimaan Berkas Tahap I 100 Perkara
-Telah Dieksekusi 106 Perkara

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy