Mengenang Ketua Dekranasda Sultra, Gaungkan Tenun dan Kerajinan Lokal Mendunia – Kendari Pos
Nasional

Mengenang Ketua Dekranasda Sultra, Gaungkan Tenun dan Kerajinan Lokal Mendunia

KENDARIPOS.CO.ID — Segenap masyarakat Sultra belum sembuh dari dukanya, kehilangan almarhum Agista Ariyani Bombay. Istri gubernur Sultra, Ali Mazi ini merupakan sosok perempuan Sultra yang dikenal memiliki segudang langkah guna memajukan daerah. Jejak legacy yang ditinggalkannya salah satunya saat memimpin Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sultra.

Tenun lokal Sultra kini dilirik pasar mancanegara. Ketua Dekranasda Sultra, Almh. Agista Ariany (kanan) menerima cinderamata dari Ketua Dekranasda Bombana, Hj Andi Nirwana Sebbu (tengah) didampingi Bupati Bombana, H Tafdil.

Sebagai Ketua Dekranasda Sultra, Agista dikenal sebagai sosok yang sangat ramah, pekerja keras dan humanis. Di bawah kepemimpinannya, Agista Ariany getol mendorong dan membina pelaku UMKM khususnya di industri pengrajin tenun agar terus meningkatkan kreativitas dan potensi tenun daerah. Salah satunya tenun Masalili yang ada di Muna.

Berkat kegigihannya, kini produk tenun Sultra mulai dilirik di beberapa event nasional baik pameran kebudayaaan dan peragaan busana. Pasalnya, tenun Sultra bisa dikreasikan sehingga telihat lebih kekinian dengan motif yang beragam. Faktanya, busana hasil rancangan istri Gubernur Sultra, Ali Mazi ini mampu membuat decak kagum para desainer di ibukota Jakarta dan mancanegara.

Almh, Agista Ariany, Ketua Dekranasda Sultra (masker merah) bersama Gubernur Sultra, Ali Mazi (kopiah hitam) dan Sekretaris Dekranasda Sultra (kiri) meninjau produk lokal yang dipamerkan.

“Sosok Almarhum, memang tak pernah henti memotivasi para pengrajin tenun di Sultra. Untuk mendorong itu, ia membuat pelatihan bagi para industri tenun kita. Beliau juga sebagai salah satu desainer untuk tenun Masalili di Sultra, ” kata Wakil Ketua Harian Dekranada Sultra, Sitti Saleha.

Ketua Dekranasda Sultra, Almh. Agista Ariany (memperhatikan kain tenun hasil pengrajin lokal.

Bila berbicara tentang almarhumah, tentu telah banyak hal yang dilakukan untuk memperkenalkan tenun-tenun yang ada di Sultra. Bukan saja secara lokal dan nasional tetapi juga hingga ke mancanegara. “Keinginan beliau, melihat pengrajin di Sultra bisa lebih maju itu sangat besar. Sebab harapanya bahwa semua tenun di Sultra bisa menjadi champion. Beliau pun terus melakukan pembinaan dan pengembangan kampung-kampung tenun di Sultra,” jelas Siti Saleha.

Kepala Disperindag Sultra itu pun menceritakan pengalaman saat kegiatan fashion show yang menampilkan kain tenun Sultra. Saat itu, Agista begitu antusias dengan adanya fashion show yang mengangkat kain tenun sebagai bahan utama. Apalagi beliau memang menjadi salah satu desainer yang menampilkan karyanya melalui kain tenun Masalili.

Ketua Dekranasda Sultra, Almh. Agista Ariany (baju hitam), Sekprov Sultra, Hj Nur Endang Abbas, Bupati Kolaka, Ahmad Safei, Wakil Bupati Kolaka, Muhammad Jayadin foto bersama di pameran mini pengrajin binaan Dekranasda.

“Beliau saat itu sangat senang dan bangga sebab dapat menampilkan beberapa busana. Beliau bahkan berharap ini dapat menjadi motivasi bagi anak-anak bangsa untuk terus berkarya dalam dunia fashion. Salah satunya dunia tenun, ” bebernya.

Di sisi lain, beliau tak pernah lelah dan terus berupaya menjadikan kerajinan khas daerah sebagai produk unggulan yang di cintai masyarakat. Dengan mendorong Dekranasda terus berkontribusi dalam upaya meningkatkan potensi pasar bagi para pengrajin di Sultra khususnya para UMKM.

Ketua Dekranasda Sultra, Almh. Agista Ariany (empat dari kanan), Bupati Butur, Ridwan Zakaria (tengah), Ketua Dekranasda Butur, Hj. Muniarty Ridwan (tiga dari kanan) foto bersama usai pelantikan pengurus Dekranasda Butur.

“Dekranasda Kabupaten dan Kota juga didorong untuk menetapkan minimal satu desa di setiap daerah sebagai desa wisata berbasis kerajinan khususnya tenun. Harapannya tentu agar para pengrajin dapat memperoleh manfaat bagi peningkatan kesejahteraan. Bukan saja pengrajin tenun, bahkan ke depan beliau berencana mengembangkan potensi pengrajin perak yang banyak di Sultra, ” pungkasnya.

Almh. Agista Ariany menunjukan produk kuliner lokal yang telah dikemas.

Ketua Dekranasda Kota Kendari, Hj Sri Lestari turut menyimpan cerita bersama sosok almarhum Agista Ariany. Terlebih dalam memajukan para UMKM serta industri pengrajin tentun di Sultra. “Kami (Ketua Dekranasda Kota Kendari) terus didorong bagaimana membuat nama untuk motif-motif khas tenun kota Kendari. Tentunya dorongan dari beliau merupakan salah satu wujud cinta terhadap daerah, juga sekaligus sebagai wujud kepedulian akan kemajuan daerah dan masyarakat kita, “jelasnya.

Sri Lestari mengatakan semangat dan perjuangan beliau dalam mengembangkan industri tenun di jazirah Sultra tak perlu diragukan. Beberapa kali beliau menggelar pelatihan untuk meningkatkan kualitas pengrajin di Kota Kendari. “Tak hanya melakukan pelatihan, beliau terus melakukan pemantuan agar progresnya kedepan bisa lebih baik. Semangat itulah yang terus dan akan selalu kami kenang dan jadikan contoh untuk lebih baik, “pungkasnya. (b/rah)

Perluas Pasar Melalui Promosi Digitalisasi
-Bangun Kerjasama Dengan Perbankan

Menduduki jabatan sebagai ketua Dekranasda Sultra, Almarhum Agista Ariany tentu memiliki banyak inovasi. Bahkan untuk menjawab tantangan pemasaran para UMKM dan pengrajin di Sultra, almarhum telah membuat MoU bersama Perbankan yaitu Bank Indonesia (BI) untuk mengedukasi para pelaku usaha mikro di Sultra. Khususnya dalam perluasan pasar secara digital.

Wakil Ketua Harian Dekranada Sultra, Sitti Saleha mengatakan, bukan saja mendorong kreatifitas para pelaku UMKM, almarhum pun kerap kali meminta para pelaku UMKM dan pengrajin di Bumi Anoa agar mengikuti trend perkembangan zaman bila ingin tetap bertahan dalam bersaing di dunia usaha. Apalagi di saat industri kerajinan sangat terpukul karena pandemi covid-19.

Di tengah kondisi serba tak menentu, beliau tidak kehilangan ide dan kreativitas. Ia pun mendorong pengrajin melek teknologi. Sebab media teknologi bisa menjadi sarana promosi dan pemasaran yang mudah dan murah. Untuk itulah, ia mengenal pelaku UMKM khususnya pengrajin tenun menggunakan sarana digital.

“Ini yang terus ditekankan almarhum kepada para pengrajin kita. Sebab digitalisasi promosi dan pemasaran produk dinilai sebagai solusi terbaik untuk tetap produktif dimasa pandemi. Untuk lebih memudahkan, beliau melakukan MoU dengan BI, “jelas Ketua Umum Rukun Keluarga Moronene itu.

Selain fokus untuk pemasaran, aspek kualitas tentu harus menjadi perhatian serius bagi para pelaku UMKM di Sultra. Tentunya harapan beliau ini akan terus di dorong bagi para pelaku UMKM di Sultra. “Meski sudah tak bersama kita. Tetapi motivasi dan semangat almarhum untuk memajukan Sultra akan terus menjadi dorongan kita memajukan para UMKM, “bebernya. (c/rah)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy