Kejari Konawe Target Persembahkan Predikat WBK-WBBM – Kendari Pos
Konawe

Kejari Konawe Target Persembahkan Predikat WBK-WBBM

KENDARIPOS.CO.ID — Irwanuddin Tadjuddin, SH, MH, akhirnya pulang kampung ke Konawe, setelah sekian lama mengemban tugas negara pada banyak daerah di luar Sulawesi Tenggara (Sultra). Sejak tahun 2020, pria kelahiran Unaaha 21 Mei 1976 itu, resmi memegang komando korps Adhyaksa Konawe, menggantikan Jaja Raharja yang dipindahtugaskan ke Kalimantan Utara sebagai Kajari Malinau. Di tanah kelahiran tercinta, Irwanuddin Tadjuddin berkomitmen untuk membangun daerah. Sesuai background yang diembannya, tekad tersebut ia aktualisasikan dalam menangani setiap perkara yang masuk di Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe.

Kajari Konawe, Irwanuddin Tadjuddin saat mengikuti program vaksinasi anti Covid- 19, beberapa waktu lalu

Sepanjang Januari-Juni 2021, Kejari Konawe dibawah kendali Irwanuddin Tadjuddin sudah menangani beragam perkara di masing-masing bidang. Misalnya, perkara di bidang pidana khusus (Pidsus), Intelijen, perdata dan tata usaha negara (Datun), pidana umum (Pidum) serta bidang Pengawasan. “Semua sudah berjalan dan Alhamdulillah melampaui target,” ujar Irwanuddin Tadjuddin, mengawali wawancara bersama Kendari Pos, Rabu (21/7).

Pimpinan Kajari yang menjadi mitra tiga kabupaten yakni Konawe, Konawe Utara (Konut) dan Konawe Kepulauan (Konkep) itu menuturkan, untuk perkara Pidsus, pihaknya saat ini menangani enam perkara pada tingkat penyidikan. Kasus tersebut, diantaranya dugaan korupsi dana sistem informasi keuangan desa (Siskeudes) di Konkep, Dana Desa (DD) serta penanganan penyalahgunaan uang negara yang ada di Perusahaan Daerah (Perusda) Konawe.

“Jadi untuk sementara kita tangani enam penyidikan. Uang yang kita selamatkan untuk Pidsus mencapai Rp 420 juta. Sedangkan uang hasil dari lelang itu kurang lebih Rp 1,5 miliar,” tutur Irwanuddin Tadjuddin. Untuk bidang Datun, ada beberapa perkara yang telah disidangkan secara non litigasi. Diantaranya, gugatan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe terkait izin yang ada di PT VDNI. Selain itu, ada pula perkara perdata terkait aset barang bukti milik para pengusaha tambang. Dalam perkara itu, pihak Kejari Konawe digugat oleh pihak ketiga terkait barang bukti. Syukurnya, perkara itu dimenangkan oleh Kejari Konawe dan saat ini masih dalam proses penyelesaian. Total untuk bidang Datun, empat perkara sudah putus dan dimenangkan oleh Irwanuddin Tadjuddin, Cs.

Kajari, Irwanuddin Tadjuddin (tengah) bersama
para Kepala Seksi lingkup Kejari Konawe

“Kemudian ada kurang lebih 20 surat kuasa khusus (SKK) dari Datun. Sekarang masih dalam tahap negosiasi ke beberapa pihak. Ada pula beberapa kerjasama yang sementara dibangun dengan Pemkab Konkep terkait pendampingan desa. Nanti menyusul Konawe dan Konut,” papar mantan Kajari Buol tersebut. Pria yang sempat mengenyam studi Magister Hukum Universitas 11 Maret Solo itu menambahkan, perkara yang dirasa cukup kompleks yakni menyangkut perkara di bidang pidana umum (Pidum). Banyak perkara-perkara di bidang itu melibatkan penguasa atau pemilik tambang. Irwanuddin Tadjuddin menyebut, tingginya tensi perkara Pidum ditandai dengan maraknya aksi unjuk rasa di wilayah hukum (Wilkum) Kejari Konawe. Sehingga, diperlukan kerja sama semua stakeholder mulai Pemkab serta pihak kepolisian guna menciptakan kondusifitas di Konawe, Konut serta Konkep.

Kajari Konawe Irwanuddin Tadjuddin saat melakukan pembagian masker kepada masyarakat

“Kemarin ada beberapa perkara Pidum yang kita tangani dan Alhamdulillah sudah ada yang inkrah. Sebentar lagi tinggal kita lakukan eksekusi,” ungkapnya. Terlepas dari beberapa capaian itu, dalam momentum Hari Bakti Adhyaksa (HBA) Ke-61, Kajari Konawe Irwanuddin Tadjuddin SH MH menjelaskan, ada beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan dimasa pandemi Covid-19. Mulai dari menggelar vaksinasi massal di Konut dengan menyasar 1.000 warga setempat. Bukan itu saja, Kejari Konawe juga melakukan pembagian Sembako bagi masyarakat kurang mampu, serta pemberian bantuan dana kepada warga terdampak banjir di Konut. Pihaknya pun menggelar pembagian masker di Konawe serta Konut yang dipusatkan di pasar dan pusat-pusat perbelanjaan. Di kecamatan Lambuya, korps Adhyaksa Konawe juga melakukan bedah rumah salah seorang warga penyandang disabilitas.

“Harapan kami dalam rangka HBA ke-61, sesuai amanat Jaksa Agung, kita sudah harus lebih profesional dan akuntabel dalam melaksanakan semua kinerja kita. Alhamdulillah selama di sini, saya melihat sudah ada kemajuan yang signifikan kepada seluruh pegawai untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang mencederai atau merusak institusi kejaksaan,” pungkas Irwanuddin Tadjuddin. (b/adi/adv)

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Konawe. Irwanuddin Tadjuddin, terus membenahi institusinya dalam menyongsong predikat wilayah bebas korupsi (WBK) serta wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM). Keberhasilannya membawa Kejari Buol sebagai peraih predikat satuan kerja (Satker) zona integritas WBK dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), menjadi kekuatan tambahan Irwanuddin Tadjuddin untuk menjadikan Kejari Konawe meraih predikat serupa.

Pencanangan zona integritas di Kejari Konawe telah dilakukan, disertai perubahan secara dinamis guna meningkatkan pelayanan publik dibidang penegakan hukum yang bebas dari korupsi sebagai perwujudan reformasi birokrasi di tubuh korps Adhyaksa. Beberapa upaya dilakukan agar predikat WBK bisa diraih. Irwanuddin Tadjuddin mengaku melakukan perbaikan sumber daya manusia (SDM) di internal Kejari sehingga bisa lebih profesional dalam bertugas. Berbagai sarana penunjang di Kejari setempat juga dibenahi.

“Termasuk pelayanan publik seperti e-Tilang, pengaduan masyarakat secara elektronik, pengambilan beberapa barang bukti juga kita antar langsung ke pemiliknya,” beber mantan Kasie I Asisten Intelijen (Asintel) Kejati DKI Jakarta itu. Baginya, pencanangan zona integritas WBK-WBBM merupakan bagian dari implementasi pakta integritas yang meliputi delapan poin sesuai arahan Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin. Obsesi untuk memberikan predikat WBK-WBBM bagi Kejari Konawe, memotivasi Irwanuddin Tadjuddin membentuk institusi penegak hukum yang benar-benar melayani masyarakat.

“Hasilnya diumumkan diakhir tahun ini. Saya berharap semua pihak harus memiliki komitmen yang kuat serta tujuan yang sama yaitu membangun zona integritas,” harap ayah empat anak tersebut. Suami dari Susanti Montu itu mengatakan, Kejari Konawe punya beberapa inovasi pelayanan lain, seperti e-Konseling serta Jaga Kawal Desa (Jaksa). Program e-Konseling digagas Irwanuddin Tadjuddin guna mengetahui sejauhmana seorang anak melakukan kejahatan. Dengan inovasi itu, lanjutnya, sebelum sidang digelar, pihak Kejari Konawe berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) serta Dinas Sosial (Dinsos) setempat memberikan edukasi dini serta nasehat kepada pelaku supaya tidak mengulangi kejahatan itu lagi.

“Kita juga punya program Jaga Kawal Desa (Jaksa). Inovasi ini lebih kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat desa supaya lebih menggeliat dimasa pandemi. Sebagai putra daerah, terus terang saya melihat alam Konawe ini begitu bagus. Hanya saja, kurang disentuh dengan baik. Banyak lahan tidur serta pekarangan rumah yang tidak termanfaatkan secara optimal. Untuk itu, dengan program Jaksa, selain melakukan pengawasan dana desa (DD), kita juga berikan edukasi kepada masyarakat supaya lebih meningkatkan etos kerja dalam menopang ekonomi keluarga,” tandas mantan Kasubbag Susunan Penyusunan Program (Sunpok) pada Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejagung RI itu. (b/adi/adv)

Biodata :
Nama : Irwanuddin Tadjuddin, SH, MH
TTL : Unaaha, 21 Mei 1976
Istri : Susanti Montu
Anak :

  1. Hari Oktami
  2. Khairunnisa Putri Irsa
  3. Risky Nararia Putra Irsa
  4. Sahran Nurina Irsa

Riwayat Pendidikan :
SD Kartika Kendari (tamat 1988)
SMP 4 Puuwatu (tamat 1991)
SMA 4 Kendari (tamat 1994)
S1 : Hukum Unhas (tamat 1999)
S2 : Univ 11 Maret Solo (tamat 2006)
S3 : Proses penyelesaian Studi Doktoral Hukum Pidana Unhas.

Riwayat Karir :

  1. Kajari Konawe (2020-Sekarang)
  2. Kajari Buol (2019-2020)
  3. Koordinator Kejati NTB (2018-2019)
  4. Kasubbag Susunan Penyusunan Program pada Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejagung RI (2018)
  5. Kasie I Asisten Intelijen Kejati DKI Jakarta (2015-2018)

Pendidikan Formal :

  • Sekolah Penelusuran Aset di Bangkok yang diselenggarakan ILEA (USA) tahun 2016.
  • Pendidikan Penanganan Tipikor di Hongkong terkait Penelusuran Aset Terpidana di Luar Negeri yang diselenggarakan OPDAD (USA) tahun 2020.

Penghargaan yang Diraih :

  • Mempersembahkan predikat WBK-WBBM di Kejari Buol dari KemenPAN-RB.
  • 5 Terbaik Penanganan Korupsi se-Indonesia saat Bertugas di Kejari Banjarmasin (2015).
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy