Siapkan Fasilitas Kredit Lunak


KENDARIPOS.CO.ID — Merebaknya wabah pandemi Covid-19 memengaruhi perekonomian lapisan masyarakat di Sultra, Tak terkecuali di Kabupaten Konsel. Pemkab Konsel yang nakhodai duet Bupati Surunuddin Dangga dan Wakil Bupati Rasyid tak tinggal diam. Keduanya bergerak mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Pemkab Konsel memilih bekerja sama dengan lembaga Pusat Investasi Pemerintah (PIP) untuk pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sebagaimana yang kerap disampaikan Bupati Konsel, Surunuddin Dangga bahwa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi selain sektor pertanian, perikanan, perkebunan dan pariwisata, Pemkab Konsel menaruh perhatian lebih pada pengembangan UMKM. “Karena dampak pandemi ini, turut memengaruhi kinerja ekonomi beberapa sektor termasuk pelaku usaha kecil,” ujarnya kepada Kendari Pos, kemarin.

Pemkab Konsel mendorong pemulihan ekonomi di Konsel dengan menstimulasi geliat sektor UMKM. Bupati Konsel Surunuddin Dangga (kiri) meninjau hasil olahan penganan produk UMKM di Konsel.

Guna menggairahkan geliat ekonomi sektor UMKM, Bupati Konsel Surunuddin Dangga menggandeng PIP untuk memberikan fasilitas layanan kredit lunak. “Dengan harapan melalui bantuan permodalan, pelaku usaha mampu bertahan dan berkembang serta menjadi solusi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat wirausaha,” jelas Surunuddin Dangga.

Senada diungkapkan Wakil Bupati Konsel Rasyid. Kata dia, salah satu cara untuk pemulihan ekonomi yakni dengan menggerakan semua sumber potensi yang ada. Bahkan, sambung dia, Pemda berencana mengadakan “Gelar UMKM 2021” pada awal Juli ini.

“Namun karena adanya pembatasan kegiatan masyarakat di sejumlah daerah akibat meningkatnya kasus covid, seperti Pulau Jawa dan Bali sehingga urung dilaksanakan sampai batas yang tidak ditentukan,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Utama PIP Ririn Kadariyah mendukung langkah yang diambil Pemkab Konsel, demi mencegah timbulnya kluster baru. Akan tetapi lanjut ia, skema pembiayaan dari PIP masih terus berlanjut sesuai kesepakatan sebelumnya yang telah ditandatangani, termasuk pendampingan wirausaha kepada calon debitur.

Dijelaskannya, layanan pinjaman dari PIP atau dikenal Program pembiayaan Ultra Mikro (UMi) menyasar segmen masyarakat yang tidak terakses perbankan dengan plafon di bawah 20 juta, seperti pedagang kue, sayur, ikan dan lain lain.

“Olehnya itu, kami berharap Pemda mengoptimalkan setiap program PIP, karena secara tidak langsung dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tambahnya. (kam/c)

PIP Mendukung Langkah Pemkab Konsel