BPTD Amankan Truk Odol, Diduga Tak Mengantongi Izin dan Sistem Muatan Menyalahi Prosedur – Kendari Pos
Hukum & Kriminal

BPTD Amankan Truk Odol, Diduga Tak Mengantongi Izin dan Sistem Muatan Menyalahi Prosedur

KENDARIPOS.CO.ID– Operasi rutin yang dilakukan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVIII Sultra berhasil mengamankan truk over kapasitas, Over Dimension Over Loading (Odol). Truk asal Sulawesi Selatan itu ketahuan kelebihan muatan saat melintasi jembatan timbang di Kecamatan Sabilambo, Kolaka. Kepala BPTD Wilayah XVIII Sultra Benny Nurdin Yusuf mengatakan, operasi pemeriksaan dilakukan saat dua unit truk memasuki jembatan timbang. Satu truk lainnya kabur dari pantauan petugas

Benny Nurdin Yusuf menjelaskan saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan indikasi sistem muatannya tidak sesuai prosedur rancang bangun dan tidak mengantongi izin penyelenggaraan angkutan barang khusus yang dikeluarkan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

“Saya turun langsung memeriksa. Mengenai muatan yang menjulur melebihi kabin dan juga menjulur kebelakang, saya langsung mengonfirmasi kasubdit perancang bangun di Jakarta, melalui kepala seksinya. Setelah dikirimkan dokumen rancangan bangun dan mencocokan untuk dilakukan penilaian, hasilnya sangat berbeda dengan keadaan muatan dua truk tersebut. Artinya ada indikasi pelanggaran,” kata Benny Nurdin Yusuf kepada Kendari Pos, Jumat (16/7) kemarin.

Selain itu, dalam operasionalnya kendaraan ini mesti memiliki kartu pengawasan angkutan barang khusus dan surat muatan. Hal itu diatur dalam PM nomor 60 tahun 2019 tentang penyelenggaraan angkutan barang. “Sudah dibuatkan berita acara penundaan pemberangkatan. Kendaraan ini dari Makassar menuju Kendari mengangkut mobil. Sementara dari jumlah berat yang diizinkan (JBI) idealnya 16 ton. Namun setelah ditimbang ternyata 17 ton. Ada kelebihan 1 ton. Tetapi kelebihan ini masih dalam koridor toleransi,” urainya.

Dalam operasi tersebut, Benny Nurdin Yusuf menemukan kartu pengawasan yang dikeluarkan Dishub Sultra yang dinilai keliru. “Kami meminta agar intansi terkait tidak mengeluarkan kartu pengawasan yang bukan kewenangannya,” pintanya.

Benny Nurdin Yusuf menjelaskan, jika sudah terbit surat tilang, maka selanjutnya yang terduga pelanggar harus mengurusnya sesuai yang tertera dalam surat tilang. Terpenting pula memperbaiki kesalahan agar tidak terulang kembali. “Yang harus diperbaiki dalam memuat barang khusus, tidak melebihi kapasitas yang telah ditetapkan dalam regulasi. Berikutnya mesti memiliki izin. Sepanjang tidak diperbaiki, maka ketika memasuki jembatan timbang maka akan selalu ditilang,” jelasnya.

Benny Nurdin Yusuf Operasi menuturkan saat memasuki jembatan timbang, berat kendaraan dan muatan yang pertama diperiksa. Lalu dimensi kendaraan. Selanjutnya, karoseri yang dibuat kendaraan barang baik yang bersifat umum ataupun khusus. Dan jika tidak memiliki SK rancang bangun maka bisa dilakukan penyidikan hingga pidana. Perihal tersebut diatur dalam pasal 277.

“Saya sudah perintahkan kepala seksi lalulintas untuk segera bersurat kepada seluruh perusahaan untuk mentaati aturan yang diatur dalam PM 60 tahun 2019 tentang penyelenggaraan angkutan khusus dan angkutan barang,” tandas Benny Nurdin Yusuf. (ali/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy