Agista Ariany yang Saya Kenal, Oleh : Dr. Arsalim – Kendari Pos
Kolom

Agista Ariany yang Saya Kenal, Oleh : Dr. Arsalim


Dr. Arsalim (Pengamat Sosial Ekonomi dan Eks Wabup Konsel)

KENDARIPOS.CO.ID — “Arsalim, ayoo, jalan, ngga usah pake car” ! kata ibu Agista, ketika kami golf di Sentul High Land Jakarta sebulan yang lalu!. Ok, sambil berjalan menuju green untuk putting”, kita banyak berdiskusi bagaimana memajukan KONI sultra, dan dunia olah raga di Sulawesi Tenggara (Sultra), khususnya menjadikan lapangan golf Sanggoleo menjadi lapangan berstandar nasional, membangun stadion yang layak dan memajukan olah raga di Sultra hingga bisa berbicara di kancah nasional dan internasional!.

Arsalim

“Tidak bisa dipungkiri, Sultra saat ini sudah menjadi tujuan investasi berskala besar. Olehnya itu harus ditopang oleh fasilitas pendukung yang memadai, seperti hotel dan sarana akomodasi, sarana olah raga dan lainnya,” ucap beliau, sambil berjalan!.

Ada kata bijak yang ibu Agista sampaikan “Saya akan berbuat membantu bapak gubernur, dengan kekuasaan yang ada, saya ingin memberikan masukan yang terbaik, berbuat langsung dan bermanfaat bagi masyarakat dan daerah Sultra. Biarlah orang mengkritik dan mencaci, ini adalah kesempatan terbaik untuk dikenang oleh masyarakat Sultra”. Seakan kata-kata yang mengalir dari beliau sebagai isyarat akhir dari pertemuan kami untuk selamanya dengan tim Sanggoleo Golf (SG) yang akan bertanding di Gunung Geulis Bogor, Jawa Barat kala itu.

Padahal seluruh golfer dan pengurus PGI dan SGC sangat bersemangat ketika beliau aktif di lapangan golf dan selalu memberikan solusi, bantuan keuangan untuk perbaikan lapangan, sehingga dapat dimanfaatkan oleh para golfers. Bahkan saking seriusnya beliau berencana menggandeng investor untuk menata lapangan SG tanpa menggunakan dana APBD.

Disituasi lain, pada saat pemilihan gubernur lalu, saya bertemu beliau pada beberapa momen di lapangan baik dalam acara resmi maupun acara non-formal. Kesan saya waktu itu, beliau punya semangat pantang menyerah dan motivasi tinggi dalam memenangkan pasangan Ali Mazi dan Lukman Abunawas (Aman). Beberapa teman dekat dan tim yang tergabung dalam pasukannya sependapat dengan saya bahwa beliau punya cita-cita luhur membangun Sultra.

Meskipun pilihan politik saya dengan beliau berbeda karena garis partai, tapi kami tetap menunjukkan semangat pertemanan yang tinggi di lapangan. Bahkan saya selalu memberikan kesempatan untuk menyampaikan ide dan gagasan pasangan Aman di masyarakat Konawe Selatan (Konsel). Dari berbagai argumen visi pembangunan dibidang ekonomi dan sosial yang disampaikan sangat mumpuni karena ditopang pula oleh pengalaman mendampingi Gubernur Sultra Ali Mazi periode pertama, serta seringnya berkeliling di pelosok kabupaten, kecamatan dan desa.

Kala itu, ada pertanyaan sederhana saya kepada beliau, saya bertanya berapa jumlah desa dan kecamatan di Sultra dan khususnya di Konsel. Beliau dengan mudah menjawab dengan benar. Kemudian kami tertawa dan beliau berkata. “Kamu mau uji saya pak wabup yah hehehe’!.

TikTok

Ada yang menarik dan viral di media sosial, pada saat beredar video beliau sedang TikTok. Komentar bermunculan dimana-mana, ada yang mencela karena masalah kepantasan dan ada pula yang mengapresiasi. Karena udah ramai komentar waktu itu, saya sempat WA beliau dan katakan “Cuek aja ibu, yang penting happy!. Beliau katakan “masa istri gub nggak bisa tiktok”.

Ini menunjukan bahwa seorang pemimpin dan atau pendamping gubernur tidak harus kaku, tetapi mampu keluar dari kotak kultural atau out of the box. Stigma cultural dan structural yang selama ini terjadi bahwa pemimpin harus selalu tampil formal, pakai jas dan dasi serta di medsos harus calm dan cool, body language diatur sebaik mungkin ternyata bukan zaman lagi, tetapi harus mengikuti irama perubahan besar yang terjadi.

Agista ingin menyampaikan bahwa TikTok dengan gaya lucu lucuan yang dia tampilkan adalah trend budaya popular yang sifatnya menghibur orang kebanyakan dengan menggunakan teknologi informasi yang ada. Ini penting karena saat ini masyarakat kita lagi mengalami masa pandemi akibat covid. “Sehingga berbagai cara dilakukan sang pemimpin untuk menghibur rakyatnya biar tidak stress !.

Persepektifnya bahwa dengan TikTok yang masuk dalam konteks budaya populer adalah budaya yang disukai oleh banyak orang atau masyarakat dan tidak terikat oleh kelas sosial tertentu. Budaya populer saat ini semakin besar dampaknya di era digital saat ini, karena kemudahan akses ke informasi memiliki dampak signifikan pada budaya populer yang ada di suatu negara (sorrels, 2013). Oleh sebab itu dengan ber-TikTok tentunya akan melupakan sejenak kepenatan dan menciptakan kreasi di tengah pandemi serta menjadi penghibur karena kelucuan dan kegembiraan.

Pelajaran Berharga

Manusia hanya berencana tapi Allah SWT yang menentukan! Itulah kata yang paling bijak yang senantiasa kita pegang. Demikian pula dengan mendiang Agista Ariany, banyak rencana besar yang belum dia wujudkan tapi Allah SWT berkata lain. Beliau telah menghadap Kepada-Nya di tengah perjuangannya melawan Covid-19, meskipun demikian banyak pelajaran yang dapat kita petik dari sekelumit kisah perkenalan saya dengan beliau.

Pertama, semangat dan motivasi beliau dalam berbagai aspek, khususnya dalam memajukan dunia olah raga dan organisasi KONI. Seharusnya, menjadi poin penting pelanjutnya. Kedua, transformasi leadership tanpa sekat adalah pelajaran berharga bagi pemimpin ke depan, bagaimana mendekatkan diri dengan rakyat melalui pemanfaatan teknologi informasi dan mengikuti budaya popular positif untuk kepentingan orang banyak. Selamat Jalan Ibu Agista Ariany Ali Mazi.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy