Silaturahmi Dengan Dr. Muh. Sabri.,AR, Oleh : Prof. Eka Suaib – Kendari Pos
Kolom

Silaturahmi Dengan Dr. Muh. Sabri.,AR, Oleh : Prof. Eka Suaib


Oleh : Prof.Eka Suaib
Guru Besar Fisip UHO & Ketua AIPI Cab.Kendari

KENDARIPOS.CO.ID — Dr. Muh. Sabri., AR yang saat ini sebagai Direktur Pengkajian Materi BPIP, saat mahasiswa sama-sama aktivis HMI. Bertemu di Kongres HMI di Jakarta tahun 1990, Sabri, demikian saya memanggilnya mewakili pengurus dari HMI Badko Indonesia Timur. Sementara saya, mewakili delegasi HMI Cabang Kendari. Selama beberapa hari ke Kendari menghadiri sejumlah kegiatan, di sela agendanya yang padat, kami bertemu untuk silaturahmi.

Prof. Dr. Eka Suaib

Sabri, malam itu sangat fasih memperbicangkan tentang Lafran Pane, pendiri HMI. Lafran Pane, menurut Sabri, memiliki latar belakang Islam yang kuat, tetapi juga memiliki afiliasi yang beragam. Lafran Pane banyak diinspirasi dari H.O.S Cokroaminoto dan lewat pertemuannya dengan beberapa kolega dosen maka berhasrat untuk mendirikan jaringan intelegensia muda Islam yang baru.

Dalam pandangan Lafran Pane, generasi muda Islam harusnya lebih nasionalistik dan inklusif dalam orientasi politiknya. Pemikiran Lafran Pane itulah yang kemudian saat pertama kali HMI didirikan menentukan tujuan 1. Untuk membela negara Republik Indonesia dan menaikkan harkat rakyat Indonesia 2. Untuk menjaga dan memajukan agama Islam. Setelah Kongres I HMI, November 1947, terdapat perubahan urutan tujuan yang menukarkan tujuan kedua menjadi tujuan pertama.

Melalui semangat itu, para pemimpin awal HMI lebih bersedia menerima Pancasila. Bahkan, figur seperti A. Dahlan Ranowiharjo menikmati hubungan sangat dekat dengan Sukarno dan secara antusias mendukung Pancasila. Pengungkapan aktor dan kronologis yang diungkap oleh Sabri, sepertinya sangat paham tentang sejarah.

Ada satu fase yang dialami oleh HMI yakni ketika jumlah anggota HMI mulai melonjak tajam, tetapi saat bersamaan Indonesia mengalami konflik ideologis yang keras ihwal dasar negara. Pada gilirannya membawa Indonesia ke periode demokrasi terpimpin. Karena sebagian besar organisasi mahasiswa berafiliasi dengan parpol, perdebatan dalam perpolitikan nasional secara langsung berpengaruh terhadap aktivitas gerakan mahasiswa.

Menghadapi serangan tajam dari organisasi mahasiswa nasionalis dan komunis, generasi baru HMI mengalami radikalisasi ideologis. Bergeser dari tujuan awal untuk mempertahankan hubungan harmonis antara Islam dan nasionalisme, kongres HMI di Medan tahun 1957 memutuskan untuk mendukung Islam Politik dalam perjuangan menjadikan Islam sebagai dasar negara. Di tengah ketegangan antara penganjur Pancasila dan penganjur Islam, HMI sebagai organisasi cenderung terposisikan sebagai organisasi moderat.

Sabri, juga memikirkan saat ini bagaimana epistemologi Pancasila. Bukan hal yang mudah menerjemahkan pikiran ini. Karena hanya dapat dipahami melalui pendekatan filsafat. Melalui cara epistemologi, maka akan meneliti sumber pengetahuan, proses dan syarat terjadinya pengetahuan, batas dan validitas ilmu pengetahuan. Kebetulan juga, Sabri memberikan saya prosiding dengan judul Sigma Pancasila Mengenyam Kepelbagaian Meneguhkan Keindonesiaan.

Prosiding tersebut berisi beragam pandangan dan pikiran dari berbagai perwakilan agama yang ada di Indonesia. Singkatnya, membahas antara hubungan antara agama dengan Pancasila.

Mungkin kita masih terus menantikan ide-ide cemerlang dari Bung Sabri untuk mengulas studi dan lintas disiplin ilmu lain. Bisa dari pendekatan Ilmu Politik, Antropologi, Sosiologi, Hukum, sejarah dan lain-lain. Dari sudut pandang seperti itu maka Pancasila mempunyai pijakan yang kokoh secara keilmuan.

Jika sudah kokoh secara keilmuan akan melengkapi Pancasila dari sudut konstitusionalnya, kiranya meneguhkan Pancasila sebagai ideologi terbuka. Menjadi tanggung jawab kita sekarang adalah bagaimana mengisi dan melaksanakan nilai-nilai Pancasila. Mengingat bahwa Pancasila adalah sebuah ideologi terbuka, maka itu berarti terbuka lebar adanya kesempatan untuk semua kelompok sosial guna mengambil bagian secara positif dalam pengisian dan pelaksanaannya. Terima kasih Bung Sabri, gagasan dan idenya bisa mengilhami catatan ini. (*)

Menghadapi Serangan Tajam

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy