Realisasi Program PEN dari APBN Capai Rp1,57 Triliun – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Realisasi Program PEN dari APBN Capai Rp1,57 Triliun

Arif Wibawa

KENDARIPOS.CO.ID– Realisasi program Pe­mulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga 28 Mei 2021 telah mencapai Rp 1,57 triliun. Anggaran tersebut untuk cluster kesehatan, cluster perlindungan sosial, cluster program prioritas, dan clus­ter dukungan UMKM dan korporasi.

Kepala Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sul­tra, Arif Wibawa mengung­kapkan, dana PEN cluster kesehatan telah tersalur sebesar Rp 46,69 miliar un­tuk klaim 700 pasien yang tersebar di 31 rumah sakit.

“Jumlah klaim terbanyak ada di Kota Kendari dan Kota Baubau,” ujar Arif, saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Lanjut dia, cluster per­lindungan sosial telah ter­salurkan sebesar Rp 763,56 miliar. Anggaran itu di­gunakan pada Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp 211,26 miliar un­tuk 125.878 KPM, Program Sembako (BPNT) sebesar Rp 185,14 miliar untuk 165.303 KPM, Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp 135,10 mil­iar untuk 115.219 KPM, Pra Kerja sebesar Rp 185,23 mil­iar untuk 52.178 peserta, dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Rp 46,83 miliar untuk 77.024 KPM di 1.564 desa.

Selanjutnya, cluster pro­gram prioritas sebesar Rp 271,27 miliar. Di Sultra, clus­ter ini mencakup program padat karya tunai di tiga kementerian (Kementerian PUPR, Perhubungan, dan Pertanian) dan ketahanan pangan. Di Kementerian PUPR telah terealisasi sebe­sar Rp 202,50 miliar un­tuk 13.543 tenaga kerja, di Kementerian Perhubungan terealisasi sebesar Rp 59,01 miliar untuk 391 tenaga kerja, dan di Kementerian Pertanian terealisasi sekitar Rp 9,76 miliar untuk 3.566 tenaga kerja.

Dijelaskan Arif, program padat karya di Kementerian Pertanian berupa pembua­tan saluran irigasi di ka­wasan yang membutuhkan pengairan dan pembukaan lahan baru.

“Semuanya harus diker­jakan oleh masyarakat yang ada di kawasan tersebut. Tidak dengan kontraktor, pemborong, termasuk alat-alat berat. Begitupula di Kementerian PU dan Per­hubungan. Tidak boleh den­gan alat elektronik maupun alat modern. Semua harus dikerjakan dengan tenaga manusia,” terangnya.

Sementara itu, lanjut dia, program prioritas untuk ke­tahanan pangan dengan alokasi Rp 2,4 miliar belum terealisasi. Pada program ini, anggaran digunakan antara lain untuk pembelian pupuk dan bibit. “Saat ini program padat karya lebih dipriori­taskan. Mungkin karena itu program ketahanan pangan belum dieksekusi,” tuturnya.
Kemudian, cluster dukun­gan UMKM dan korporasi sebesar Rp 491,62 miliar.

Rinciannya, bantuan pelaku usaha mikro (BPUM) terealisasi sebesar Rp 44,98 miliar kepada 37.485 peserta dan penempatan dana pada BPD Sultra sebesar Rp 446,64 untuk 2.034 debitur.

Alokasi dana untuk pro­gram PEN tersebut bersum­ber dari APBN yang tersebar di beberapa kementerian/lembaga, sedangkan program PEN lainnya juga teralokasi­kan pada masing-masing APBD daerah lingkup provin­si Sultra.

“Kita berharap Pemda pu­nya komitmen segera mere­alisasikan APBD untuk pro­gram PEN. Realisasi APBN saja sudah tinggi. Bagaimana dengan kontribusi APBD? Mari kita sama-sama ikut me­nangani PEN. Jangan sampai ini hanya menjadi beban pu­sat. Masing-masing Pemda kan ada alokasi PEN dari refo­cusing anggaran,” tandas Arif. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy