PTM Kian Dekat, Vaksinasi Guru Baru 45 Persen – Kendari Pos
Metro Kendari

PTM Kian Dekat, Vaksinasi Guru Baru 45 Persen


-Seminggu Hanya Tiga Kali

KENDARIPOS.CO.ID — Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah akan dimulai Juli mendatang. Untuk bisa menyelenggarakan PTM, sekolah wajib memenuhi segala persyaratan yang diberikan Pemkot Kendari. Salah satuanya guru wajib divaksin. Langkah Pemkot untuk meminimalisir resiko penularan covid-19.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir berharap cakupan vaksinasi untuk tenaga pendidik (guru) hingga Juli nanti mencapai 80 persen. Pasalnya, itu menjadi syarat diizinkannya pelaksanaan PBM tatap muka disekolah. “Minimal seluruh sekolah 80 persen gurunya sudah divaksin. Atau seluruh guru di Kendari 80 persen sudah tervaksin. Itu baru kita izinkan,” kata Sulkarnain Kadir.

Sulkarnain Kadir

Selain mewajibkan seluruh guru mengikuti vaksinasi, Sulkarnain meminta sekolah untuk segera menyiapkan sarana dan prasarana protokol kesehatan (prokes) untuk menunjang pelaksanaan belajar tatap muka Juli mendatang. “Kami minta seluruh sekolah untuk menyiapkan keperluan penunjang seperti wadah tempat mencuci tangan, sabun, hand sanitiser, thermo gun, masker dan kebutuhan lainnya,” kata Sulkarnain Kadir.

Teknis pembelajaran tatap muka kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, akan menerapkan sistem shif. Yang mana, hanya sepertiga dipersilahkan masuk dalam satu rombongan belajar (Rombel). “Kalau kita membuka pembelajaran tatap muka Juli nanti, jangan membayangkan belajar tatap muka seperti sebelum Covid-19. Kita sudah desain sedemikian rupa dan serta melakukan simulasi dibeberapa sekolah agar tidak terjadi penularan Covid-19 di sekolah,” kata Sulkarnain.

“Kemudian siswa tidak menjalankan pembelajaran tatap muka setiap hari, melainkan hanya 3 kali seminggu. Ini upaya kita untuk melakukan pembiasaan terlebih dahulu kepada anak- anak, supaya mereka terbiasa dengan pola yang kita buat sambil melihat perkembanan, memantau, dan mengevaluasi,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Dikmudora Kendari, Makmur mengaku telah menginstruksikan seluruh guru untuk mendapatkan (disuntik) vaksin Covid-19. Kebijakan itu dalam rangka mencegah penularan Covid-19 dilingkungan sekolah. Selanjutnya, sertifikat yang diperoleh tenaga pendidik pasca vaksinasi menjadi syarat bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran secara tatap muka disekolah. “Jadi guru yang belum memiliki sertifikat vaksin kemungkinan tidak diizinkan mengajar secara tatap muka,” ungkap Makmur.

Kendati demikian, pembelajaran tetap akan dilakukan secara daring terkhusus bagi guru yang belum menerima vaksin dengan alasan memiliki riwayat penyakit bawaan (komorbid) seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, ginjal, paru-paru, kemudian ibu menyusui dan ibu hamil.

“Kita bisa pungkiri bahwa ada beberapa teman guru tidak bisa divaksin karena komorbid. Akan tetapi bagi mereka yang demikian kami harapkan tetap ke Puskesmas terdekat untuk melapor untuk dilakukan pendataan dan memperoleh keterangan untuk menggelar pembelajaran baik secara tatap muka maupun secara daring,” kata Makmur. (b/ags)

Vaksinasi Guru PAUD, SD dan SMP
Sasaran 4,576 Guru
Telah Divaksin 2.115 Guru (45 Persen)

PBM Tatap Muka
Jadwal Sekolah Menggunakan Sistem Sift
Setiap Sift Hanya 1/3 Per Rombel
Hanya Tiga Kali dalam Seminggu
Guru Wajib Divaksin

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy