Pergantian Nama RS Bahtermas, dr Takahasi Polling Tertinggi – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Pergantian Nama RS Bahtermas, dr Takahasi Polling Tertinggi


KENDARIPOS.CO.ID — Wacana perubahan Rumah Sakit (RS) Bahtermas terus bergulir. Dari hasil polling sementara, nama RSUD dr. Takahasi Rahmani menempati urutan teratas. dr Takahasi Rahmani merupakan Direktur RSUD Sultra pertama yang saat itu juga menjabat Kepala Kanwil Kesehatan.

“Di website RS, kita telah buat poling. Silahkan siapa tahu ada masyarakat yang mau buka website dan memasukkan polingnya untuk nama rumah sakit. Kalaupun toh yang diinginkan masyarakat tetap dengan nama Bahteramas, tentu tidak masalah juga buat kami, ” jelas dr. H. Hasmudin, Direktur RS Bahteramas kemarin.

Dalam website, terdapat lima nama tokoh Sultra yang diusulkan. Kelima nama yang dimaksud yakni, RSUD Ir. Edy Sabara, RSUD Drs. Abdullah Silondae, RSUD Drs. Laode Kaimuddin, RSUD Ir Alala dan RSUD dr. Takahasi Rahmani. Saat ini, polling terbanyak yakni RSUD dr. Takahasi Rahmani.

“Beliau merupakan putra daerah. Jadi cukup berpengaruh. Kalau misalkan dihitung-hitung, banyak tokoh dokter yang bisa dimasukkan setelah beliau, tetapi dialah yang lebih duluan, dialah yang paling senior. SK PNS saya saja ditandatangani dr. Takahaai Rahmani, “jelasnya.

Pemprov Sultra berencana merubah nama RSUD
Bahteramas. Demi mendapat masukan masyarakat, majemen RS plat merah
ini menggelar polling melalui wesite-nya.

Meski pergantian nama rumah sakit belum final kata dia, tetapi diketahui bahteramas merupakan sebuah program yang lekat dengan kepemimpinan salah satu Gubernur di Sultra. Padahal setiap pemimpin ada programnya masing-masing.

“Program Bahteramas itu dulu adalah program saat zaman gubernur pak Nur Alam. Semua bahteramas. Karenanya agar setiap pergantian pemimpin tidak terjadi lagi perubahan-perubahan nama. Kita carikan nama tokoh yang berjasa saat ini, untuk pergantian nama rumah sakit, ” bebernya.

Penamaan RS, sebaiknya adalah tokoh yang berhubungan dan berpengaruh pada bidang kesehatan. Seperti di Raha misalnya, bergulir nama dr. Baharuddin untuk rumah sakit. Hal ini karena beliau dianggap sebagai tokoh yang berpengaruh di bidang kesehatan di sana.

“Syarat pemberian nama harus sudah almarhum. Bahkan, sebelumnya ada saran yang menyatakan kenapa tidak masuk nama pak Nur alam, sebab dimasanya RS ini dibangun. Tentu tidak bisa, sebab beliau masih hidup. Jadi pemberian nama, apalagi untuk tempat-tempat penting harus dari tokoh suatu daerah bersangkutan dan telah almarhum. Tapi sekali lagi, ini masih sekadar wacana,” pungkasnya. (c/rah)

Lima Opsi Perubahan Nama RS
RSUD Ir. Edy Sabara
RSUD Drs. Abdullah Silondae
RSUD Drs. Laode Kaimuddin
RSUD Ir Alala
RSUD dr. Takahasi Rahmani

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy