Pendidikan Bersinar Tekan Jumlah Anak Putus Sekolah

H. Arhawi

KENDARIPOS.CO.ID –Sejak tahun 2017 lalu, program Pendidikan Bersinar telah terealisasi. Melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi mengalokasikan Rp 2,5 miliar setiap tahun. Selama kurang lebih empat tahun, penerima Beasiswa Bersinar dan Bantuan Siswa Miskin (BSM) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah mencapai ribuan peserta.

Bupati Wakatobi, H. Arhawi, merasa bersyukur, sebab salah satu peogram andalannya ini sukses menekan angka putus sekolah. Berdasarkan data lembaga terkait, pada tahun 2016 lalu angka anak putus sekolah di Wakatobi untuk jenjang SD tercatat ada 162 orang. Sedangkan untuk SMP 187 orang. Setelah program Pendidikan Bersinar berjalan, angka tersebut terus mengalami penurunan.

“Alhamdulillah sejak tahun 2017 sampai di akhir masa jabatan saya, penyaluran program Pendidikan Bersinar masih terus terealisasi. Dan yang membuat saya bersyukur lagi, dengan program ini kita mampu menekan tren angka putus sekolah di Wakatobi,” ungkap Arhawi, Rabu (9/6). Selain BSM, beasiswa Bersinar untuk kalangan mahasiswa tingkat strata satu (S1) dan S2 juga mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Penerima beasiswa bersinar berdasarkan data Dikbud Wakatobi tahun 2017 berjumlah 89 orang. Tahun 2018 ada 340 peserta. Sementara tahun 2019 sebanyak 541 mahasiswa. Pada tahun 2020 ini mengalami peningkatkan jadi 971 orang.

“Saya juga bersyukur program ini bisa terealisasi di masa kepemimpinan saya hingga selesai dengan baik. Diharapkan juga dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak kita,” harapnya.

Selain itu, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), Wakatobi-1 ini menyebut bukan hanya di kalangan pelajar dan mahasiswa melainkan juga meningkatkan kualitas dan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Wakatobi. Peningkatan SDM khusus pendidikan formal S2 sudah dilakukan sejak awal menjabat. Bahkan dua angkatan yang diperjuangkan, sekitar 60 orang lebih saat ini sudah hampir menyelesaikan studinya. (b/thy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *