MUSIM KEDUA : Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Muhammad Akbar (kedua dari kiri) bersama Kadis Pertanian, Gunawan Samad (kedua dari kanan) serta Kabulog Subdivre Konawe, Yusran Yunus (tengah), saat melakukan tanam padi perdana di Kelurahan Mataiwoi, kemarin.

KENDARIPOS.CO.ID— Musim tanam kedua di Konawe telah dimulai pada awal Juni 2021 ini. Petani kembali turun sawah untuk menanam padi. Kamis (3/6), petani di Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Tongauna melakukan proses penanaman padi serentak pada lahan seluas 1.800 hektare.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konawe, Muhammad Akbar, mengatakan, musim tanam kedua telah dimulai dan tak bisa ditunda. Sebab, berpengaruh dengan hitungan waktu untuk masa panennya.

“Panennya kurang lebih tiga bulan usai masa tanam. Jadi kira-kira bisa dipanen pada September atau Oktober tahun ini,” ujar mantan Camat Unaaha itu, Kamis (3/6), pada lokasi pengembangan padi sawah program indeks penanaman (IP) 300 di Kelurahan Mataiwoi. Ia menyebut, ada beberapa catatan pada musim tanam pertama yang mesti diperbaiki saat ini sehingga produksi bisa berjalan dengan baik. Evaluasi itu terkait kelangkaan pupuk jenis subsidi. Serta, harga beli gabah yang masih fluktuatif.

“Salah satunya disebabkan agen penjual pupuk yang mengundurkan diri. Contohnya agen pupuk di Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Tongauna. Tapi itu kita coba alihkan ke Koperasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang baru dibentuk di wilayah setempat,” ungkapnya. Lanjut Muhammad Akbar, terkait permasalahan harga gabah, hal tersebut merupakan salah satu kendala yang kerap dihadapi petani saat musim panen tiba. Belum lagi, Badan Urusan Logistik (Bulog) yang hanya berperan sebagai “one operator” dalam menyerap beras produksi petani.

“Pemerintah sedang mencarikan solusi terkait hal ini. Alhamdulillah, beras Bulog Konawe sekarang sudah keluar dari gudang. Hari ini terbukti, Maluku Utara (Malut) sudah minta beras dari Konawe, termasuk ada beberapa daerah lain. Kita juga bantu lewat beras Aparatur Sipil Negara (ASN). Lebih bagus lagi kalau Disperindag juga membuka keran agar pembeli dari luar daerah bisa masuk,” tandasnya.

Sebagai informasi, pelaksanaan tanam padi di untuk MT kedua di kelurahan Mataiwoi, juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, Gunawan Samad, Kabulog Subdivre Konawe, Yusran Yunus dan para penyuluh pertanian di wilayah tersebut. (b/adi)