Kery Fasilitasi TKL yang Bekerja di PT.VDNi dan PT.OSS – Kendari Pos
Nasional

Kery Fasilitasi TKL yang Bekerja di PT.VDNi dan PT.OSS


KENDARIPOS.CO.ID — Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa terus berupaya mengurangi angka pengangguran di wilayahnya. Bupati Kery Konggoasa memfasilitasi warganya bekerja di kawasan mega industri pemurnian nikel di Kecamatan Morosi. Misi mulia Kery Konggoasa itu rupanya bukan hanya terkhusus di otoritanya saja. Keduanya bahkan memberikan ruang bagi warga luar Konawe untuk bekerja di PT.Virtue Dragon Nickel Industry (VDNi) dan PT.Obsidian Stainless Steel (OSS).

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (tengah, gestur menunjuk)

Komitmen Kery Konggoasa itu ditunjukkan pasca suksesnya lobi-lobi dalam hal mengambil alih perekrutan tenaga kerja lokal (TKL). Sudah hampir setahun sejak Juni 2020, pemkab Konawe resmi menangani penerimaan pekerja lokal di kompleks mega industri di Kecamatan Morosi. Pengalihan perekrutan tersebut disepakati antara pemkab Konawe dan manajemen PT.VDNi, ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua belah pihak.

Berdasarkan poin-poin kesepakatan, perekrutan TKL dibagi menjadi 7 klaster. Untuk klaster pertama, meliputi tiga kecamatan penyangga di lingkar industri, yakni kecamatan Morosi, Bondoala dan Kapoiala. Klaster kedua, meliputi 9 Kecamatan yang lokasinya berdekatan dengan kompleks mega industri tersebut. Sementara untuk klaster ketiga, meliputi 18 Kecamatan lainnya di Konawe. Klaster keempat meliputi kabupaten/kota di daratan Sultra. Klaster kelima meliputi seluruh daerah kepulauan di Bumi Anoa. Selanjutnya untuk klaster keenam mencakup wilayah Sulawesi, serta klaster ketujuh menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa melalui Kepala Bagian (Kabag) Hubungan Masyarakat (Humas) Sekretariat Daerah (Setda) Konawe, Sukri Nur, mengatakan, saat ini perekrutan TKL PT VDNI oleh pemkab terus berjalan. “Sejauh ini, sudah ada sekira 22 ribu orang yang berhasil lolos menjadi pekerja di mega industri Morosi melalui jalur seleksi pemkab Konawe,” ujar Bupati Kery seperti dikutip Sukri Nur kepada Kendari Pos, Kamis (24/6) kemarin.

Kendati demikian, perekrutan karyawan tidak sepenuhnya menjadi wewenang pemkab. Sebab secara teknis, pemkab hanya menangani administrasi perekrutan saja seperti data kependudukan dan spesifikasinya. Pihak perusahaan smelter itu (PT.VDNi dan PT.OSS) tetap menjadi penentu masuk tidaknya calon pendaftar sesuai divisi kerja yang dibutuhkan.

“Kerja sama yang dijalin antara pemkab Konawe dan PT.VDNi dalam hal perekrutan karyawan tidak ada masa berakhirnya. Selama masih ada perusahaan, maka selama itu juga ada perekrutan,” ungkap Sukri Nur.

Sukri Nur menuturkan, peran Pemkab Konawe dalam perekrutan TKL hanya sebatas fasilitator, dengan mengumumkan lulus berkas saja. Menyangkut tahapan pemanggilan uji swab serta tes lapangan, katanya, hal itu menjadi kewenangan PT.VDNi. Sebab, pihak yang berwenang menyodorkan kontrak kerja maupun penentuan gaji hanyalah dari manajemen perusahaan smelter itu sendiri.

“Pengumuman yang kami keluarkan sesuai dari permintaan dari pihak perusahaan. Mereka meminta data calon TKL sesuai kebutuhan dari divisi masing-masing di perusahaan,” beber Sukri Nur yang juga Ketua Tim Perekrutan TKL bentukan Pemkab Konawe itu.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Konawe, Gusli Topan Sabara berharap, tenaga lokal Konawe maupun Sultra yang mengadu nasib di kawasan industri Morosi, harus mendapat prioritas oleh pihak perusahaan. Prioritas itu bukan hanya dari segi penerimaannya, namun juga dalam pelatihan keterampilan serta magang bagi putra daerah. Wakil Bupati Gusli meminta manajemen PT.VDNi bisa mengutamakan pendidikan dan pelatihan kerja bagi TKL.

Keinginan itu tak lain untuk membuka ruang bagi tenaga lokal untuk menduduki jabatan-jabatan strategis di dua perusahaan tersebut. “Keahlian khusus yang dimiliki tenaga kerja asing (TKA) hendaknya dapat ditularkan kepada para TKL. Sehingga TKL nantinya bisa memiliki keahlian dan handal di bidangnya masing-masing,” tutur Gusli Topan Sabara.

Mantan Ketua DPRD Konawe itu mengapresiasi PT.VDNi karena secara tidak langsung telah membantu Pemkab Konawe mengurangi angka pengangguran yang terus bertambah. Apalagi, terpaan pandemi Covid-19 membuat peluang kerja ikut berkurang.

Gusli mengemukakan, jumlah penduduk di Konawe dan Sultra secara umum terus bertambah. Pastinya para pencari kerja pun juga ikut bertambah. Dengan melibatkan Pemkab Konawe dalam perekrutan masyarakat lokal, katanya, secara tidak langsung pihak perusahaan smelter telah menciptakan keharmonisan bagi masyarakat Konawe dan Sultra pada umumnya.

“Hampir seribu angka pengangguran Kabupaten Konawe Utara (Konut) kita kurangi. Kota Kendari hampir tiga ribu orang. Kolaka, Kolaka Utara, Koltim, Buton, Muna, bahkan daerah di luar Sultra juga ikut terkurangi angka penganggurannya,” ungkapnya.

Gusli mengklaim, kehadiran perusahaan itu di Konawe, tentunya banyak membawa dampak positif. Tidak hanya mengurangi angka pengangguran, namun juga membawa kesejahteraan bagi masyarakat di wilayah sekitar. Efek domino dari keberadaan mega industri tersebut mampu mendorong dan menggerakkan sendi-sendi ekonomi masyarakat.

Selain itu, lanjutnya, struktur sosial masyarakat juga mengalami perubahan. Dalam artian, masyarakat kian termotivasi untuk mampu menyesuaikan perubahan struktur sosial yang disebabkan banyaknya warga dari luar Konawe yang menjadi karyawan, maupun masyarakat setempat yang membuka usaha-usaha di sekitar kawasan industri.

“Kehadiran perusahaan tambang di Morosi ini berdampak baik kepada masyarakat terutama soal perekonomian. Bayangkan saja, uang yang berputar di kawasan itu sekitar miliaran rupiah. Jika hal ini terus terjadi, maka masyarakat akan semakin sejahtera. Itulah yang menjadi harapan kami selaku pemangku kebijakan di Konawe,” tandasnya.

Sebelumnya, Direktur PT. VDNi, Mr.Tony Zhou mengapresiasi seluruh pekerja lokal yang saat ini menjadi karyawan di komplek mega industri Morosi. Menurutnya, para TKL sangat memberikan kontribusi jasa atas perkembangan perusahaan tersebut.

“Saya bangga atas kerja keras semua pihak, karena perusahaan ini terus menunjukan perkembangan yang pesat secara perlahan. Perkembangan perusaahan ini dapat dilihat dari produktivitas, dan kontruksi serta jumlah karyawan yang semakin bertambah,” ujarnya dalam sebuah kesempatan.

Mr.Tony Zhou menyebut, sejak beroperasi dari tahun 2015 lalu, PT.VDNi telah banyak berkontribusi kepada masyarakat dan pemerintah setempat. Kontribusi itu diantaranya, pembukaan lapangan kerja dimana pada awal berdiri jumlah pekerja lokal hanya 440 orang. Namun saat ini, perusahaannya telah berhasil menyerap puluhan ribu pekerja lokal. Termasuk, menyangkut keterlibatan pihak perusahaan membantu pemerintah dalam pencegahan Covid-19.

“Bantuan lainnya yang telah kami berikan adalah pembangunan kampus Politeknik yang akan beroperasi pada tahun ini. Yang mana, melalui Politeknik ini akan lebih banyak lagi penyerapan tenaga kerja, utamanya yang telah memiliki skill,” pungkas Mr.Tony Zhou. (adi/b)

PT.VDNi Berkontribusi Mengurangi Angka Pengangguran

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy