Kejati Cekal Tersangka PT.Toshida – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Kejati Cekal Tersangka PT.Toshida


KENDARIPOS.CO.ID — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara masih bekerja mengungkap gurita dugaan korupsi PNBP IPPKH dan persetujuan penerbitan RKAB tahun 2020 PT.Toshida Indonesia. Dua tersangka mangkir dari dua panggilan penyidik yang disertai alasan ketidakhadiran. Kejati Sultra juga sudah melakukan upaya pencekalan kepada dua tersangka, YSM dan LSO.

Asisten Bidang Intilijen Kejati Sultra, Noer Adi

Hal itu diungkapkan Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sultra, Noer Adi, MH. Menurutnya, secara resmi Kejati sudah mendapat surat dari Kejaksaan Agung ke Dirjen Imigrasi. “Cekal atau cegah tangkal tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan dan antisipasi agar tersangka tidak pergi keluar NKRI,” ujarnya kepada Kendari Pos, kemarin.

Korps Adhyaksa yang dipimpin Kajati Sarjono Turin bertekad dalam dugaan tindak pidana korupsi, bukan hanya memburu pelakunya. Lebih jauh lagi, memaksimalkan upaya mengembalikan kerugian negara. Noer Adi, MH mengatakan, Kejati dalam proses penyidikan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan PT.Toshida dan Dinas ESDM Sultra, tidak hanya melihat substansi adanya dugaan penyalahgunaan wewenang. Utamanya terkait dalam proses perizinan, termasuk pengelolaan tambang itu sendiri. Tentunya dalam proses penyidikan nanti, pihaknya akan mengembangkan aliran dana yang terjadi. Menelusuri aliran dana merupakan salah satu hal yang menjadi rangkaian dari substansi penting dalam penanganan dugaan tindak pidana korupsi itu sendiri.

Noer Adi, MH menegaskan dalam proses penyidikan dugaan kasus ini, penyidik berupaya membongkar seluruh rangkaian yang terlibat. Menurutnya, Kejati tidak hanya mengikuti pelakunya (rollow the suspect) tetapi penyidik juga mengikuti aliran uangnya (follow the money). “Kejati Sultra komitmen akan bekerja keras menyelamatkan negara dari kerugian yang timbul dari dugaan kasus tindak pidana korupsi. Ini adalah bentuk nyata Kejati Sultra dan jajaran dalam upaya pemulihan ekonomi nasional,” tegasnya.

Sebelumnya, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sultra, Setyawan Nur Chaliq menambahkan,
penelusuran aliran dana tentu harus dilakukan. Selain itu, terkait dugaan perkara, seperti gratifikasi masih terus didalami. “Penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi tidak hanya menyangkakan atau memenjarakan. Terpenting adalah mengembalikan aset-aset yang seharusnya menjadi penerimaan negara,” ungkapnya.

Untuk diketahui, penyidik Kejati Sultra telah memanggil tersangka Direktur Utama PT Toshida Indonesia, LSO dan mantan Kabid Minerba Dinas ESDM Sultra, YSM, Rabu (23/6). Namun keduanya tak hadir. Kejati kembali melayangkan surat panggilan ketiga. LSO tak memenuhi panggilan kedua penyidik Kejati karena sakit yang disertai surat keterangan dokter. Sementara YSM mengajukan surat penundaan kepada penyidik yang disampaikan melalui kuasa hukumnya, Dr.Abdul Rahman, SH,MH. YSM karena sedang menunaikan tugas luar daerah. (ndi/b)

Telusuri Dugaan Gratifikasi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy