Hari Ini, Pemeriksaan Dua Tersangka Soal Dugaan Korupsi PT. Toshida-Dinas ESDM Sultra – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Hari Ini, Pemeriksaan Dua Tersangka Soal Dugaan Korupsi PT. Toshida-Dinas ESDM Sultra


KENDARIPOS.CO.ID — Penyidik Kejati Sultra masih berkutat dalam penyidikan dugaan korupsi yang melibatkan PT.Toshida Indonesia dan Dinas Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) Sultra. Dua tersangka sudah ditahan dan dua tersangka lainnya mangkir dari panggilan jaksa penyidik. Kejati Sultra mengagendakan pemeriksaan tersangka mantan Kabid Minerba Dinas ESDM Sultra, YSM dan Dirut PT Toshida Indonesia, LSO. Kedua tersangka itu akan diperiksa hari ini, Rabu (23/6).

Kasipenkum Kejati Sultra, Dody, SH mengatakan penyidik telah melayangkan surat paanggilan kedua kepada tersangka YSM dan LSO. Jika memenuhi panggilan, maka kedua tersangka diperiksa dan langsung diamankan (ditahan). “Jika memenuhi panggilan, dua tersangka yang sempat mangkir ini akan langsung ditangani penyidik untuk menjalani pemeriksaan dan keduanya langsung diamankan,” ujarnya kepada Kendari Pos, Selasa (22/6) kemarin.

Dody, SH.

Dody, SH mengungkapkan agenda pemeriksaan tersangka YSM dan LSO dipastikan sama dengan pemeriksaan dua tersangka sebelumnya yang telah ditahan yakni mantan Plt Kepala Dinas ESDM Sultra, BHR dan General Manager PT.Toshida Indonesia, UMR. Dody belum menjelaskan secara rinci item apa saja yang menjadi fokus pemeriksaan tersangka.

Seperti dua tersangka sebelumnya, BHR dan UMR, jika YSM dan LSO kooperatif, setelah diperiksa langsung diamankan ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIA Kendari. Hal ini dilakukan jika kedua tersangka itu patuh terhadap proses hukum. “Sebaliknya, apabila mereka tidak memenuhi panggilan kedua, maka penyidik akan melakukan pemanggilan ketiga. Batas pemanggilan secara patut hanya tiga kali. Jika tidak memenuhi panggilan sampai tiga kali, maka akan ditetapkan sebagai buronan, masuk daftar pencarian orang (DPO) dan kita jemput paksa,” jelas Dody, SH.

Untuk diketahui, PT. Toshida dan oknum mantan pejabat Dinas ESDM Sultra yang menjadi empat tersangka diduga terlibat dugaan korupsi dalam pertambangan PT.Toshida Indonesia, yakni Penerimaan Negara Bukan Pajak Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (PNBP IPPKH) dan penerbitan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2020. Tersangka BHR, UMR, YSM dan LSO disangkakan melanggar pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 UU Nomor Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

PT.Toshida Indonesia menambang mineral Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka sejak tahun 2010 sesuai Izin Usaha Pertambangan (IUP). Selama menambang, PT. Toshida diduga tidak menunaikan kewajibannya seperti PNBP IPPKH, PNBP PHPL, royalti, , Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Corporate Social Responsibility (CSR) dan dana program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM).

Akibatnya, tahun 2020 IUP PT.Toshida Indonesia dicabut sebab telah merugikan negara. Bukannya berhenti, PT.Toshida malah menambang secara ilegal hingga Maret 2021. Dengan dicabutnya IUP, seharusnya RKAB PT.Toshida tak boleh disetujui oleh Dinas ESDM Sultra. Faktanya, Dinas ESDM Sultra menerbitkan persetujuan RKAB PT.Toshida. Negara pun semakin dirugikan.

Dari hasil pemeriksaan awal penyidik ditemukan kerugian negara sekira Rp207 miliar sejak 2010 hingga Maret 2021. Dugaan kerugian negara itu masih bersifat sementara. Kejati menggandeng lembaga audit untuk menghitung kerugian negara.

Sebelum IUP PT.Toshida Indonesia dicabut, hasil penghitungan kerugian negara sekira Rp168 miliar. Jumlah itu ditambah Rp39 miliar sesuai temuan penyidik Kejati terkait invoice hasil penjualan dan pengapalan pasca Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) PT.Toshida dicabut. (ndi/b)

Kerugian Negara Akan Dihitung Lembaga Audit

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy